Isuzu Targetkan Kenaikan Penjualan 20% di 2016

Isuzu Targetkan Kenaikan Penjualan(Jakarta) Kondisi ekonomi sepanjang 2015 membuat industri otomotif mengalami penurunan lumayan signifikan, 17 persen. “Isuzu menutup 2015 dengan penjualan 19.350 unit. “Kabar baiknya, pangsa pasar Isuzu Elf untuk segmen truk ringan justru meningkat menjadi 19 dari 18,1 persen,” ujar Head Marketing Communication PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Maman Fathurrohman.


Di tahun baru ini Isuzu mengaku cukup optimis. “Kami menargetkan peningkatan penjualan 20 persen menjadi 24.310,” kata Direktur Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia Ernando Demaly. Untuk memenuhi target itu, ia mengatakan sudah mempersiapkan 10 line up baru.  Namun ia belum bisa mengungkapkan detil keseluruhan line up tersebut.


Ia memprediksikan di kuartal tiga dan empat tahun ini kondisi perekonomian bakal membaik. “Salah satu yang kami andalkan adalah belanja pemerintah untuk pembangunan proyek-proyek infrastruktur. Perbaikan penyerapan anggaran saat ini membuat pemerintah sudah dapat melakukan pengadaan barang di bulan Januari,” paparnya. Di 2015 Pemerintah lewat Departemen Pertahanan sudah membeli Isuzu dijadikan kendaraan taktis di semua angkatan bersenjata.


Menurutnya, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah memiliki efek tiga lipat untuk menggerakkan sektor konsumsi. “Saya yakin perekonomian akan terus membaik ketika pemerintah menurunkan BI rate,” tutur Demaly.


Di tingkat dunia Isuzu Indonesia bakal berperan dalam satu dari empat proyek global. “Kami memiliki tiga basis produksi, yaitu pabrik di Jepang untuk kendaraan dengan regulasi emisi gas buang EURO III ke atas. Lalu ada Thailan dsebagai basis produksi kendaraan komersial kecil. Sementara Indonesia menjadi basis produksi kendaraan dengan regulasi emisi EURO II,” jelas Maman.


Proyek global itu sudah diawali dengan pembukaan pabrik baru di Karawang tahun lalu. Pabrik dengan kapasitas produksi 52.000 unit per tahun dapat ditingkatkan menjadi 80.000 per tahun memproduksi truk kelas ringan dan menengah.