Toyota Manufacturing Mulai Operasikan Karawang Plant III

Toyota Manufacturing Mulai Operasikan Karawang Plant III(Karawang) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia memulai operasi Karawang Plant III berlokasi di Karawang Jabar Industrial Estate, yang merupakan pabrik mesin pertama dilingkup Toyota Motor Corporation yang menerapkan konsep “Through Line” dengan mengintegrasikan proses produksi dalam satu atap.

 

Investasi yang dibenamkan untuk pembangunan Karawang Plant III yang berada di atas lahan seluas 20 hektar ini senilai Rp 2.3 triliun dan memiliki kapasitas produksi  sebesar 216.000 unit per tahun yang akan dipasok ke pasar domestik dan juga mancanegara.

 

“Kami menargetkan untuk mengekspor mesin produksi dari pabrik ini kelima negara di ASEAN. Selain itu, sudah ada informasi mengenai keputusan pemerintah untuk pembangunan pelabuhan ekspor dan impor, dan kami sangat menyambut baik kabar tersebut,” ujar Nonami Masahiro, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Senin (07/03) di Karawang.

 

Lebih lanjut Nonami menjelaskan, Karawang Plant III mulai bulan Februari silam telah memproduksi mesin yang hemat bahan bakar, dengan menggunakan bahan alumunium yang lebih ringan sekitar 10 persen dibanding model mesin R-NR yang saat ini diproduksi, baik untuk tipe 1.3 dan 1.5 liter. “Sekitar setengahnya untuk pasar ekspor,” tambahnya.

 

Sementara Saga Koei, Senior Managing Officer Toyota Motor Corporation menjelaskan, pabrik ini merupakan yang pertama di dunia mengintegrasikan seluruh proses produksi mesin mulai dari casting (pengecoran), machining (permesinan), dan assembling (perakitan) dibawah satu atap.

 

Ekspor mesin telah dilaksanakan TMMIN sejak tahun 1988, yang ditujukan kepasar Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan yang mencakup 70 negara.

 

Selanjutnya pada periode tahun 1995-1996, produksi mesin khusus Kijang dengan kode 7K ditingkatkan menjadi  45 persen, sementara produksi  mesin R-NR naik menjadi 80 persen.

 

Untuk pabrik mesin baru ini ada sekitar 135 perusahaan yang menjadi pemasok, naik 12 perusahaan dibanding pabrik sebelumnya. Sedangkan untuk penyerapan tenaga kerjanya sebanyak 400 orang.

 

Total kapasitas produksi TMMIN, jika digabungkan pabrik baru ini dengan pabrik yang berlokasi di Sunter dengan kapasitas produksi 195.000 unit, maka jumlah keseluruhannya menjadi 411.000 unit.