Gobel & Chateraise Garap Bisnis Bahan Baku Makanan

Gobel & Chateraise Garap Bisnis Bahan Baku Makanan Olahan(Jakarta) Gobel Group dan Chateraise Holding Co Ltd, produsen aneka roti dan susu, serta minuman ringan yang berkantor di Kofu, Prefektur Yamanashi, mendirikan perusahaan patungan yang ditujukan untuk mengembangkan industri pengolahan bahan baku makanan dalam negeri dengan penggunaan teknologi Jepang.


“Banyak keuntungan yang bisa kita raih melalui alih teknologi makanan dari Jepang sehingga kualitas bahan baku makanan di dalam negeri dapat semakin meningkat dengan dukungan pembinaan dan teknologi dari produsen Jepang. Nanti hasilnya tentu tidak hanya untuk pasar domestik, tapi juga berpotensi di ekspor,” ujar Rachmat Gobel, Chairman dan shareholders PT Gobel Internasional, Selasa (20/09).


Lebih lanjut Gobel menjelaskan kerjasama dengan Chateraise Holding menggunakan prinsip trade mutual benefit, yang untuk tahap awal mendirikan PT Chateraise Gobel Indonesia yang akan memasarkan produk perusahaan asal Kofu ini di dalam negeri.


Untuk tahap selanjutnya, perusahaan patungan ini akan membuat pabrik pengolahan bahan baku makanan dari pasokan domestik seperti kakao, strawberry, susu dan lainnya yang akan dipasok ke sejumlah pabrik Chateraise di Jepang.


Himawan Basuki, Corporate Secretary PT Gobel Internasional menjelaskan, ide awal kerjasama dengan Chateraise karena melihat melimpahnya bahan baku untuk produk makanan yang ada di Indonesia, namun industri pengolahannya masih terbatas, dan diharapkan dengan kemitraan ini bisa membuat produk bahan baku makanan yang lebih berkualitas.


Chateraise Holding Co. Ltd. didirikan pada tahun 1964, dan saat ini dipimpin Saito Hiroshi, yang menjabat Presiden Direktur Chateraise Holding Co. Ltd., memiliki sekitar 450 outlet di seluruh Jepang, dan juga di mancanegara termasuk Cina, Taiwan, Singapura, Malaysia dan Uni Emirat Arab, kesemuanya mendapatkan pasokan produk dari lima pabrik yang berlokasi di Yamanashi, Hokkaido, dan Fukuoka.


Dalam proses produksinya Chateraise bekerjasama dengan para petani buah, susu segar dan telur di Prefektur Yamanashi, yang dikenal sebagai produsen buah-buahan utama di Jepang, untuk memasok bahan baku makanan, dan juga menggunakan mata air alami dari kaki Gunung Fuji.