Kyushu Electric Aktifkan Reaktor Nuklir Selasa Pagi

Kyushu Electric Aktifkan Reaktor Nuklir Selasa Pagi(Fukuoka) Kyushu Electric Power Co berencana memulai kembali pengoperasian reaktor nuklir di Sendai, Prefektur Kagoshima pada Selasa (11/08), yang menjadi perusahaan pembangkit pertama di Jepang yang melakukan pengoperasian setelah berhasil lulus ujian keselamatan lebih ketat yang tetapkan pasca krisis nuklir di Fukushima pada tahun 2011.


Pernyataan pengoperasian kembali diumumkan setelah Kyushu Electric menyelesaikan semua pemeriksaan operasional awal, termasuk pemeriksaan batang pengendali yang akan menekan fisi  bahan bakar nuklir.


Jika reaktor kembali beroperasi seperti yang direncanakan pada pukul 10.30 Selasa pagi, diharapkan akan mencapai kemampuan maksimal pada 11 malam di hari yang sama dan mulai menghasilkan listrik pada hari Jumat.


“Saya ingin Kyushu Electric memprioritaskan jaminan keselamatan dan melakukan persiapan penuh untuk pengoperasian kembali,” ujar Perdana Menteri Abe Shinzo Senin (10/08) di Tokyo.


Menurut Abe, kebijakan dasar pemerintah ialah mengaktifkan kembali reaktor nuklir yang telah mendapatkan ijin keselamatan dari badan yang mengatur dengan mengacu pada peraturan keselamatan yang paling ketat di dunia.


Reaktor Nuklir Sendai 01Sementara Sekretaris Kabinet Suga Yoshihide dalam konferensi pers menyatakan, “Pengoperasian kembali reaktor nuklir yang telah dipastikan aman sangat penting dalam kebijakan energi domestik mengingat energi nuklir merupakan sumber listrik yang strategis.”


Namun Edano Yukio, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat atau Minshu to mengkritik rencana pengoperasian kembali reaktor nuklir di Sendai, serta menyatakan, “Sangat jelas kesiapan untuk melakukan evakuasi sangat tidak memadai jika terjadi kecelakaan nuklir.”


“”Saya yakin tidak ada hal mendesak yang membuat pengoperasian kembali reaktor nuklir segera dilakukan,” tambahnya.


Dalam polling terakhir yang dilakukan NHK pada pekan silam, hanya 17 persen responden yang memberikan dukungan pada pengoperasian kembali reaktor nuklir, 48 persen menyatakan menentang, dan 28 persen abstain.


Mantan PM Kan NaotoSedangkan Kan Naoto, Perdana Menteri Jepang yang menjabat saat terjadinya kecelakaan nuklir di Fukushima pada tahun 2011, bergabung dalam unjuk rasa dekat komplek reaktor nuklir di Sendai dan menyampaikan kepada media, “Saya merasa banyak warga yang tinggal didekat reaktor nuklir menentang pengoperasian kembali, dan Kyushu Electric seharusnya tidak melakukannya.”


Pada bulan September tahun 2014, reaktor nuklir Sendai berhasil lulus ujian keselamatan dan menjadi fasilitas nuklir pertama yang memenuhi standar terbaru.


Kyushu Electric juga berencana mengaktifkan kembali reaktor no 2 Sendai pada pertengahan bulan Oktober, yang dilakukan guna mengatasi masalah keuangan yang dihadapi akibat naiknya biaya minyak impor untuk pembangkit diesel, dan berharap dapat memperbaiki kinerja keuangannya pada tahun fiskal 2015.