7 Film Indonesia Tampil Dalam Tokyo International Film Festival 2012

(Tokyo-Jepang) 7 film Indonesia akan ditayangkan dalam festival film tahunan Tokyo International Film Festival (TIFF) yang digelar mulai tanggal 20 hingga 28 Oktober mendatang di Roppongi Hills, Kota Minato Metropolitan Tokyo.

Ke-7 film itu antara lain, Atambua 39 Derajat Celcius, Sang Pemimpi dan Laskar Pelangi garapan Riri Riza, Babi Buta yang Ingin Terbang dan Kebun Binatang garapan Edwin, serta Mata Tertutup dan Seogija garapan Garin Nugroho.

Babi Buta yang Ingin Terbang akan ditayangkan 23 Oktober, Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi 27 Oktober, sedangkan ke-4 film lainnya akan ditayangkan selama 2 hari.

Untuk Atambua akan ditayangkan 24 dan 25 Oktober, Kebun Binatang 21 dan 24 Oktober, Mata Tertutup 20 dan 22 Oktober, dan Soegija 20 dan 24 Oktober.

Sementara untuk dapat menikmati ke-7 film ini, pengunjung harus membeli tiket seharga 1,000 yen untuk film Atambua, dan 1,300 yen untuk ke-6 film lain.

Selain Atambua, ke-6 film lain sudah tayang di layar lebar Indonesia dan beberapa di antaranya bahkan pernah mengikuti ajang festival film internasional, seperti Kebun Binatang yang ikut berkompetisi di Hongkong, dan Festival Film Tribeca, serta Laskar Pelangi yang meraih penghargaan film terbaik di Festival Film Asia Pasifik ke-53.

Atambua 39 Derajat Celcius merupakan film terbaru garapan Riri Riza dan Mira Lesmana, bercerita tentang para pengungsi asal Timor Timur pascareferendum tahun 1999. Rencananya Atambua akan ditayangkan di 20 bioskop di Indonesia pada 8 November mendatang dan juga diputar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menggunakan layar tancap.

Tahun lalu, salah satu film Indonesia berjudul The Miror Never Lies garapan Kamila Andinisari juga telah ditayangkan dalam TIFF 2011 dan berhasil meraih penghargaan Toyota Earth Grand Prix.

Tokyo International Film Festival diselenggarakan setiap tahun bulan Oktober sejak tahun 1985, dan telah menjadi salah satu dari 12 festival film terbesar di dunia. (AV/TIFF)