Kitamura Kazuki : Melalui Film Killers Ingin Perlihatkan Kekuatan Asia di Bidang Seni
Kamis, 04 Oktober 2012 00:45
(Jakarta-Indonesia) Guerilla Merah Film berkolaborasi bersama Nikkatsu Corporation melalui film “Killers”, ingin memperlihatkan kekuatan Asia kepada dunia di bidang seni, ungkap Kitamura Kazuki, aktor Jepang yang menjadi salah satu pemeran utama film Killers, saat ditemui di lokasi pengambilan gambar di Jakarta Kamis pekan silam.
“Sebagai orang Asia, saya jadi ingin bergabung dalam tim dan bersama-sama membuat film ini”, ujar Kitamura.
Sebelum ditayangkan di Jepang dan Indonesia sekitar pertengahan atau akhir tahun depan, film garapan Mo Brothers ini rencananya terlebih dahulu akan diikutsertakan di sejumlah Festival Film International.
“Pada awalnya, saat membaca skenario film ini, saya tidak mengerti dengan arah ceritanya. Namun setelah berbicara dengan Mo Brothers dan menyaksikan film karya mereka, saya baru memahami film seperti apa yang ingin ditampilkan”, ujar Kitamura.
Film Killers bertemakan action-thriller, dan Kitamura memerankan tokoh Nomura, seorang eksekutif muda yang merasakan kepuasan dengan membunuh orang. Menurutnya, Nomura merupakan tokoh tersadis yang pernah diperankannya selama ini.
“Saya menganggap ini sebagai tantangan untuk diri sendiri, sehingga ingin mencoba memerankannya. Selama memerankan beragam tokoh hingga sekarang, menurut saya peran Nomura ini paling sadis dan menakutkan”, ungkapnya.
Namun, karakter Nomura ternyata tidak berpengaruh pada kehidupan sehari-hari aktor yang juga pernah berperan dalam film Kill Bill ini. Saat pengambilan gambar berlangsung, Kitamura berusaha agar mendalami peran, namun setelah itu akan langsung kembali ke sifat aslinya.
“Dulu selama masa shooting, saya akan mendalami peran dengan menjadi orang seperti peran itu, tapi sekarang ada batasnya, saat berakting membunuh orang, saya akan berimajinasi bagaimana caranya benar-benar membunuh, sejauh mana yang akan saya lakukan, karena tidak mungkin saya benar-benar membunuh orang. Selain itu, tentu saja saya juga memikirkan bagaimana cara menyuguhkannya kepada penonton, hasilnya, dan sebisa mungkin mendengarkan arahan sutradara”, ujarnya.
Sementara saat ditanya persiapannya untuk film “Killers”, Kitamura mengaku sempat melakukan diet untuk menurunkan berat badannya, serta berlatih pelafalan dan pengucapan dalam bahasa Inggris.
“Seminggu sebelum pengambilan gambar Killers, saya bekerja untuk karya lain yang mengharuskan untuk menambah berat badan. Jadi sebelum mulai shooting, saya hanya makan sayuran, dan dalam waktu singkat berhasil turun sekitar 6 hingga 7 kilo. Selain itu, tentu saja sebelum shooting dimulai, kami harus berlatih memerankan tokoh, seperti gerakan sampai hal-hal kecil. Persiapan ini menurut saya merupakan hal yang biasa dan menjadi kewajiban saya. Selain itu, kali ini saya mendapat dialog bahasa Inggris cukup banyak, sehingga harus berlatih pelafalan terlebih dulu.”
Kitamura berpendapat kru dan aktor yang bekerja dalam film ini sangat profesional, dan tidak kalah dengan negara lain yang juga pernah berkolaborasi dengannya, seperti China, Korea, dan Amerika.
“Setiap orang pasti memiliki pengalaman dan karakter yang berbeda, tapi menurut saya semuanya profesional. Daya konsentrasi para pemeran sangat tinggi, terutama Oka, dia dapat memberikan akting mengagumkan.”
Oka Antara, aktor yang telah melambungkan namanya dalam film Ayat-ayat Cinta dan Sang Penari, juga akan berperan dalam Killers sebagai Bayu, tokoh utama dari Indonesia, yang merupakan seorang jurnalis yang memiliki kelainan yang sama dengan Nomura.
Saat ditanya kesannya berkolaborasi dengan Oka Antara, Kitamura mengungkapkan, “Oka pernah berbicara kepada saya, karena keadaan di lokasi pengambilan gambar yang membuat dia harus fokus terhadap peran, sehingga dia jadi tidak dapat berbicara banyak dengan saya. Saya sangat mengerti keadaannya dan dapat memakluminya. Saya menyukai cara kerjanya.”
“Orang Indonesia Sama Seperti Orang Jepang”
Kitamura yang baru pertama kali datang ke Indonesia, mengaku membayangkan suasana kota Bali, namun setelah tiba, dia merasa terkesan dengan kota Jakarta dan berpendapat orang Indonesia sama seperti Jepang.
“Selama bekerja dengan kru di sini, saya merasa orang Indonesia mirip orang Jepang karena keduanya sama-sama memperhatikan kepentingan kelompok. Oleh karena itu, saya juga tidak mengalami kesulitan beradaptasi dengan gaya kerja kru Indonesia”, tuturnya.
Aktor yang mengaku menyukai masakan Indonesia setelah datang dan mencicipinya di Jakarta ini juga tidak pernah merasa stress selama di Indonesia, meskipun harus menggunakan 3 bahasa saat berkomunikasi dengan para kru.
“Para kru bekerja dengan sangat profesional. Proses pengambilan gambar juga cepat, setelah selesai mengambil satu adegan, tidak menunggu lama untuk pengambilan gambar selanjutnya, tetapi gambar yang dihasilkan juga berkualitas. Hanya satu hal yang membuat saya terkejut, Jakarta macet sekali”, ungkap Kitamura.
Kitamura berharap, film ini dapat memberikan semangat bagi penonton, khusunya warga Jepang yang tinggal di Indonesia.
“Saya berpikir warga Jepang di Indonesia terlihat sangat nyaman dan gembira tinggal di tempat yang udara dan waktunya berbeda dengan Jepang, tapi pastinya cukup berat. Saya berpikir apa yang dapat saya lakukan dengan pekerjaan ini, karena saya menyadari, dapat datang berkunjung dan bekerja di Indonesia, semuanya berkat warga Jepang yang terlebih dulu tinggal dan berjuang agar mendapat tempat di tengah masyarakat Indonesia. Meskipun berbeda tempat, tapi saya berempati dan merasa dekat degan warga Jepang di Indonesia. Mungkin masing-masing memiliki kesusahannya sendiri, tapi saya berharap agar warga Jepang di Indonesia terus berusaha.” (AV)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|