Pelindo II Tetapkan Mitsui Sebagai Mitra Pembangunan Kalibaru

(JAKARTA) Arus keluar masuk kontainer yang meningkat membuat pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menjadi kurang memadai. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Pelindo berusaha meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih besar dengan membangun pelabuhan ‘New Tanjung Priok’. Dalam proyek ini Mitsui & Co Ltd ditetapkan sebagai pemenang tender pembangunan di kawasan Kalibaru itu.

“Pembangunan terminal baru ini murni dari Pelindo II tanpa dana dari pemerintah. Sumber pendanaannya berasal dari pinjaman dan kerjasama dengan Mitsui,” ungkap Yan Budi Santoso, sekretaris perusahaan Pelindo II, Senin (25/03).


Pada tahun 2012, arus peti kemas melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta mencapai 6,4 juta Twenty-Foot Equivalent Unit (TEUs), jauh melampaui kapasitas maksimum pelabuhan yakni sekitar 5 juta TEUs. Perluasan ini diharapkan akan menambah kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 4,5 juta (TEU) dan 9,4 juta m3 produk migas.


Terminal Kalibaru atau New Priok akan dibangun di atas lahan seluas 195 hektar dan menelan biaya hingga USD2,5 miliar, namun Pelindo II tidak bersedia mengungkapkan komposisi pembiayaan antara Pelindo dan Mitsui.


Perluasan pembangunan ini dibagi dalam beberapa tahap konstruksi. Tahap pertama akan dilakukan pengerukan sedalam minus 16 meter Low Water Spring (mLWS). Tahap berikutnya akan ditingkatkan hingga minus 20mLWs sehingga memungkinkan kapal-kapal besar berlabuh. Sebagai kompensasi kerjasama, Mitsui berhak mendapatkan hak operator untuk terminal baru ini.


Yan Budi menambahkan, “Sebagai persyaratan Mitsui juga diminta komitmennya untuk membawa kapal dengan kapasitas lebih besar dari 4000 TEU.”


Perluasan tahap I berupa pembangunan terminal peti kemas ditargetkan selesai pada 2014. Sedangkan terminal untuk minyak bumi dan gas pada 2019.


Pada tahap selanjutnya, jika operasional Terminal Kalibaru atau New Priok Tahap I telah mencapai 70% hingga 80%, pemerintah memberikan hak kepada Pelindo II untuk segera membangun Terminal Tahap II yang terdiri dari 4 (empat) terminal peti kemas.


Kehadiran New Priok akan memberi keuntungan yakni menekan biaya logistik hingga 40% serta memungkinkan pengapalan komoditas dengan kapal besar secara langsung tanpa melalui transit di pelabuhan Singapura dan pelabuhan Klang di Malaysia.