Wisatawan Muslim Jadi Target Baru Pebisnis Jepang

(JAKARTA) Bertambahnya tingkat pendapatan warga kelas menengah di Asia Tenggara, terutama Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim, memicu Japan ASEAN Center untuk menyelenggarakan seminar pada Rabu (25/03) untuk memberikan informasi seputar Islam kepada sejumlah agen perjalanan dan pemerintah daerah di Jepang yang ingin mengembangkan bisnis berbasis halal.


Seminar menghadirkan pengusaha Jepang yang telah berpengalaman menjalankan bisnis berbasis halal, yakni Ninomiya Shinsuke, Presiden Direktur Ninomiya Co. Ltd., produsen roti dan produk halal dari Tokyo, Suzuki Yasuhiko, Assistant Manager Prod Co. Ltd., yang membuka tempat sholat di Rera Chitose Outlet Mall, dan Kawabata Aruma, anggota dewan Japan Halal Association.

“Ini tentunya menjadi kesempatan bisnis yang baik, namun kami harap melalui seminar ini, para pebisnis tidak hanya memikirkan keuntungan saja, tapi juga benar-benar mengerti apa itu islam dan produk halal, sehingga dapat menciptakan kenyamanan bagi konsumen muslim,” ujar Kawabata.


Tidak hanya di Tokyo, Japan ASEAN Center juga menggelar seminar serupa di Desa Hakuba dan Kota Karuizawa Prefektur Nagano, serta Kota Fukuoka Prefektur Fukuoka.


Selain menyelenggarakan seminar, Japan ASEAN Center juga meluncurkan fitur terbaru dalam situs web resminya untuk memperkenalkan islam, mulai dari sholat lima waktu hingga makanan halal. Terdapat pula sejumlah curahan hati warga muslim yang pernah berkunjung ke Jepang dan kesulitan dalam menemukan tempat ibadah atau makanan halal, sehingga para pebisnis dapat dengan tepat menemukan peluang bisnis yang sesuai.


“Fitur yang kami sediakan dalam situs web juga bertujuan untuk mempermudah para pebisnis Jepang dalam memahami islam. Sejumlah ilustrasi serta pengalaman para wisatawan muslim dan pelaku bisnis berbasis halal juga kami sertakan agar pebisnis memahami kondisi terkini di Jepang,” ujar Kawabata.