Marubeni Fasilitasi Penjualan Lahan Industri Bekasi Fajar

(JAKARTA) November 2012 silam, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) dan Marubeni Corporation telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan kawasan industri seluas 130 ha di Cikarang. Marubeni dalam kerjasama ini berperan memfasilitasi penjualan lahan kepada perusahaan-perusahaan asal Jepang. Sesuai jadwal yang ditentukan, MoU akan dilaksanakan kuarter pertama tahun ini.

“Marubeni bertindak sebagai agen penjual lahan perseroan dan pembelinya mayoritas perusahaan asal Jepang,” ujar Dandy Sindianto, Investor Relations BEST.


Pengembangan bersama kawasan industri ini akan dilakukan melalui anak perusahaan baru yang 25% kepemilikan sahamnya dikuasai Marubeni. Perannya untuk membawa strategic and anchor tenant dari Jepang kepada anak perusahaan tersebut karena melihat potensi pasar yang masih besar di Negeri Sakura.


Khrisna Daswara, Sekretaris Perusahaan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk ketika dihubungi Halojepang!, Senin (08/04) belum bersedia mengungkapkan besaran investasi dan kemajuan proyek ini.


“Saat ini sedang persiapan penyediaan lahan dan dibantu ahli pemasaran,” ungkapnya.


Peran Marubeni dalam penjualan unit properti BEST memang cukup penting. Selama periode Januari-Februari 2013 saja, sudah berhasil memfasilitasi penjualan 13 hektar properti senilai Rp178 miliar atau 85% dari total Rp210 miliar.


BEST menargetkan penjualan tahun ini mencapai 110 ha dengan harga rata-rata USD165 per meter persegi. Naik dari penjualan tahun lalu yakni 103 ha dan harga jual rata-rata USD153 per meter persegi.


Prospek penjualan properti di kawasan ini nampaknya masih tetap cerah. Pada 2012, perusahaan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 293% menjadi Rp470 miliar.


Kerjasama BEST dan Marubeni telah berlangsung sejak tahun 1990 dengan didirikannya kawasan industri MM2100 di Cibitung yang dikelola anak perusahaan, PT Megalopolis Manunggal Industrial Development.