Jepang Jadi Investor Terbesar Kuartal I 2013
Rabu, 24 April 2013 00:09
(JAKARTA) Jika sebelumnya menempati posisi kedua sebagai penanam modal asing setelah Singapura, kini posisi Jepang naik ke peringkat satu pada kuartal pertama 2013 dengan nilai investasi USD1,2 milyar.
Jepang mencatat angka tertinggi mengalahkan Singapura yang selalu mendominasi investasi asing, karena adanya realisasi industri otomotif secara besar-besaran di awal tahun.
Sementara terbesar kedua adalah Amerika Serikat sebesar USD900 juta, disusul Korea Selatan USD800 juta. Kemudian Singapura berada posisi empat dengan nilai investasi sebesar USD600 juta, serta Inggris USD500 juta.
Selain itu, jumlah investasi baik asing maupun domestik mengalami peningkatan cukup signifikan pada periode Januari-Maret tahun ini, yaitu Rp 93 triliun. Naik 30,6% dari periode yang sama pada 2012 yang hanya sebesar Rp 71,2 triliun.
Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri hal ini didukung salah satunya karena adanya penyederhanaan perizinan.
"Kami telah mengupayakan terkait perizinan lebih mudah terkait peraturan Kepala BKPM Nomor 5 Tahun 2013. Selanjutnya diharapkan realisasi investasi asing maupun dalam negeri terutama di sektor bisnis."
Chatib juga menambahkan, akan terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi investor, kemudahan dan kecepatan prosedur. "Dengan demikian dapat direalisasikan target investasi sebesar 390,3 triliun pada 2013," ujarnya.
Kemudian untuk tujuan penanaman modal asing (PMA) terbesar adalah sektor pertambangan (USD1,4 milyar), Industri Kimia dan Farmasi (USD1,2 miliar), Logam, Mesin dan Elektronik (USD1 miliar), Industri Transportasi (USD0,9 milyar) serta Kertas dan Printing (USD0,6 milyar).
Selain itu, daerah tujuan PMA adalah Jawa Barat, Banten, Papua, Jawa Timur dan Riau.

