Gempa Nankai di Jepang Tengah & Barat Diperkirakan Memakan Korban 320,000 Jiwa
Kamis, 30 Agustus 2012 18:42
(TOKYO-Jepang) Kantor Kabinet (Naikakufu), Rabu (29/08), memperkirakan lebih dari 320,000 orang akan tewas akibat gempa besar, yang berpusat di Palung Nankai, di selatan Pulau Shikoku.
Jumlah ini lebih besar dibandingkan 19,000 orang yang tewas dan hilang dalam gempa dan tsunami Tohoku pada 11 Maret silam, bahkan melampaui perkiraan yang dibuat pada tahun 2003, yakni sekitar 24,700 orang.
Prediksi baru pemerintah ini, dibuat berdasarkan asumsi gempa berkekuatan sekitar 9 skala richter terjadi saat tengah malam di musim dingin, dengan tsunami yang kemudian melanda daerah di sepanjang pesisir Laut Pasifik, mulai dari Pantai Suruga sampai Semenanjung Kii.
Dari 323,000 korban potensial di 30 dari 47 prefektur di Jepang, Kantor Kabinet memprediksi sekitar 70 persennya akan tewas akibat terjangan tsunami, dan tambahan 623,000 orang mengalami luka-luka.
Meskipun telah memperkirakan jumlah korban, namun Kantor Kabinet mengatakan kemungkinan terjadinya gempa berkekuatan dahsyat di Jepang sangat kecil. Salah satu penyebab utama semakin bertambahnya prediksi jumlah korban dari tahun 2003, disebabkan keputusan pemerintah yang melipatgandakan fokus area dan kekuatan gempa yang mungkin terjadi, berdasarkan gempa tahun 2011.
Namun untuk menghadapi skenario terburuk, Kantor Kabinet akan menciptakan tindakan penanganan baru untuk menghadapi bencana alam pada akhir Maret 2013, sementara pemerintah akan mempertimbangkan pembentukan undang-undang khusus untuk bekerjasama dengan sektor swasta.
Dari 47 prefektur yang ada, Prefektur Shizuoka diperkirakan mengalami dampak paling besar, dengan jumlah korban tewas mencapai 109,000 jiwa. Sedangkan Kota Kuroshio di Prefektur Kochi diperkirakan diterjang tsunami dengan ombak tertinggi mencapai 19 meter.
Dalam membuat prediksi ini, Kantor Kabinet mengasumsikan hanya 20 persen orang yang dapat segera berlindung tidak lama setelah terjadinya gempa. Jika warga dapat melarikan diri dalam 20 menit, jumlah korban tsunami dapat dikurangi menjadi setengahnya. Sementara itu para ahli berpendapat jumlah korban dapat dikurangi jika memiliki perencanaan evakuasi yang cukup dan kebutuhan dasar dapat terpenuhi.
Selain itu, Kantor Kabinet memprediksi lebih dari 1,015 kilometer persegi di 24 prefektur akan terendam air, atau 1,8 kali lebih besar dari area yang terendam banjir saat tsunami 2011. Dari 1,015 km persegi yang terendam, sekitar 602 km persegi diperkirakan terendam air hingga 1 meter atau lebih. Luas area yang terendam banjir ini, hampir setara dengan sepertiga prefektur Osaka, yang merupakan prefektur dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di Jepang.
Jika gempa besar melanda Jepang pada pukul 6 petang di musim dingin, saat kompor gas serta peralatan penghangat sedang digunakan, dan tsunami besar terjadi di daerah Shikoku sampai Kyushu, diperkirakan sebanyak 2,38 juta bangunan akan hancur atau terbakar. (AN/KN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|