Kecelakaan Lantas di Indonesia & Jepang Jelang Tahun Baru Masih Tinggi

(JAKARTA-Indonesia) Malam tahun baru identik dengan pawai dan konvoi kendaraan bersama teman atau keluarga. Tidak jarang kegiatan yang harusnya menjadi momen ceria ini berubah menjadi tragis, karena tidak disiplinnya para pengguna jalan sehingga mengakibatkan kecelakaan.

Di Indonesia sendiri, presentasi kecelakaan lalu lintas menjelang tahun baru cenderung lebih tinggi dibandingkan hari biasa.


Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Kombes Pol Agus Rianto dalam rilis Selasa (01/01) silam, pada malam tahun 2013 terdapat 247 kasus kecelakaan dengan korban jiwa mencapai 43 orang.


“Angka ini terbilang cukup memprihatinkan. Bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, dengan korban jiwa sebanyak 36 orang,” ujar Agus. “Sebagian besar kecelakaan disebabkan human error atau lengahnya para pengendara.”


Agus menambahkan, menjelang pergantian tahun 2013 pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk menekan jumlah kasus kecelakaan, seperti mengerahkan pasukan lebih banyak untuk menindak pengendara yang melanggar lalu lintas, agar ketertiban tetap terjaga dan tidak merugikan pihak lain.


Terbukti sedikitnya 6.000 kendaraan bermotor ditilang polisi karena melanggar disiplin berlalu lintas menjelang pergantian tahun. Angka ini juga meningkat sekitar 500 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan upaya penertiban melalui teguran meningkat sekitar 8 kali lipat dari tahun sebelumnya, atau dari 410 teguran menjadi lebih dari 3.700 teguran.


Berbanding terbalik dengan Indonesia, kecelakaan menjelang tahun baru di Jepang justru turun sekitar 9,1 persen, dari 315 kasus di tahun sebelumnya menjadi 286 kasus, dengan korban tewas yang juga mengalami penurunan, yakni dari 78 orang menjadi 63 orang.


Menurut rilis Kepolisian Jepang (Keisatsucho) Jumat (04/01), sebesar 46,9 persen kecelakaan disebabkan pengendara yang mabuk saat menyetir, sedangkan 20,4 persen dikarenakan pelanggaran batas kecepatan laju kendaraan.


Presentase jumlah kecelakaan tersebut ternyata tidak mengalami perubahan yang signifikan setiap tahunnya, karena kebiasaan warga Jepang yang menghabiskan malam tahun baru dengan berpesta dan mabuk.


Sementara berdasarkan lokasi, Kagawa menjadi prefektur dengan kecelakaan terbanyak menjelang tahun baru, yakni 7 kasus kecelakaan dengan 4 korban jiwa.