Anak-Anak Bantar Gebang Belajar Sambil Bermain Bersama J2Net
Jumat, 25 Januari 2013 00:39
(Jawa Barat) Keterbatasan fasilitas ternyata tidak mengikis semangat anak-anak untuk belajar. Hal inilah yang dikagumi para sukarelawan Jepang “J2Net” sehingga memutuskan untuk menghibur siswa Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Al-Falah Bantar Gebang, Bekasi.
Al Falah, sekolah setara SD dan SMP yang didirikan tahun 2007, khusus untuk menampung anak-anak terlantar di kawasan TPA Bantar Gebang yang memiliki semangat belajar tinggi. Selain masalah biaya, sebagian besar anak-anak yang belajar di Al-Falah tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) atau Akte Kelahiran, sehingga tidak dapat didaftarkan di sekolah umum.
“Kami kagum dengan semangat mereka yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. Mereka juga sangat pintar,” ujar Suemitsu Hiromi, salah seorang anggota J2Net.
Wanita berusia 52 tahun ini menambahkan, sejak 2010 J2Net seringkali mengunjungi PKBM Al Falah dan mengajarkan anak-anak belajar bahasa Jepang. Selain itu, para anggota J2Net juga membacakan cerita anak Jepang yang telah mereka terjemahkan sebelumnya atau mengajarkan cara membuat origami (seni lipat kertas Jepang-red).
Tidak hanya belajar, sukarelawan J2Net juga mengajak anak-anak Al-Falah bernyanyi bersama. Lagu yang sering dinyanyikan antara lain, “Laskar Pelangi” dan “Suka Hati” baik dalam bahasa Indonesia maupun yang sudah digubah ke dalam bahasa Jepang.
“Kami ingin kegiatan kami ini dapat menciptakan jembatan hubungan yang baik antara anak-anak Indonesia dan Jepang,” ujar Suemitsu. “Kami juga ingin segala hal yang telah kami ajarkan dapat berguna bagi anak-anak ini di kemudian hari.”
Sementara Kepala Sekolah Al-Falah Khairuddin, menyatakan sangat terbantu dengan kehadiran anggota J2Net yang menghibur para siswa. Menurutnya, anak-anak tersebut juga membutuhkan pengetahuan tambahan dan hiburan di luar mata pelajaran formal yang diajarkan setiap hari.
“Sangat senang rasanya bisa melihat anak-anak ini dapat belajar sambil bermain. Meskipun dalam keterbatasan mereka masih dapat merasakan masa kebahagiaan masa kecil,” ujar Khairuddin.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
