LSM Sendai dan Tokyo Kelola Situs Belajar Online Gratis


Banyak sekali upaya yang dilakukan di Jepang untuk memberikan kesempatan belajar pada anak-anak, tanpa melihat kondisi geografis dan kesenjangan ekonominya. Salah satunya melalui program belajar online gratis.


Asuiku perusahaan asal Sendai (http://asuiku.org) dan Surara Net asal Tokyo (http://surala.jp) Maret lalu bekerjasama membuat program materi belajar online untuk mendukung pendidikan kepada anak-anak di Jepang Timur, wilayah yang paling parah terkena dampak gempa besar Jepang.


Materi pembelajaran terdiri dari latihan kepemimpinan, Bahasa Inggris dasar, Matematika, dan Bahasa Nasional, dari SD tingkat akhir hingga SMA. Sekitar 23.000 orang dari sekolah di seluruh daerah memanfaatkan program ini.


Agar mudah memahami setiap materi pelajaran, program ini menggunakan karakter guru animasi. Kemudian Surara menyesuaikan tingkat kesulitan pertanyaan untuk mengukur kelemahan siswa. Ada juga fitur belajar yang lebih mudah dengan game, dan para penggunanya bersaing untuk mendapatkan peringkat tertinggi.


“Saya pikir tidak akan bisa belajar lagi, tetapi saya menyadari di dalam diri bahwa mimpi saya untuk masuk militer mungkin bisa menjadi kenyataan.” ujar salah seorang anak SMA laki-laki yang putus sekolah selama 1 tahun (18). Ia sangat tekun dan serius belajar setiap hari, dan memiliki ambisi yang tinggi.


Oonuma Eriko, perwakilan dari Rosybell yang merupakan yayasan rehabilitasi anak laki-laki menyatakan telah menyetujui program ini. “Anak-anak yang tidak memiliki uang atau waktu untuk pergi ke sekolah setelah bekerja, dapat belajar dengan kecepatan mereka sendiri. Itu sangat membantu kami” ucap Oonuma senang.


Disisi lain, Hanabusa Taketane, mahasiswa tingkat 3 di Todai (Tokyo Daigaku) membuat sebuah situs bernama “Manavee” ( http://manavee.com/ ) tahun 2010 lalu. Situs gratis ini dapat diakses oleh siswa yang ingin mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Usernya 10.000 orang setiap bulannya.


Situs ini menampilkan sekitar 4000 video belajar mengajar di kelas dengan durasi sekitar 15 menit. Guru yang mempresentasikan video ini terdiri dari mahasiswa dari 25 perguruan tinggi dari seluruh negeri, dosen dan juga guru kursus. Kemudian ada juga volunter (sukarelawan) di belakang layar 200 orang. Di dalam situs ini, user dapat membuat tes kecil sendiri untuk mengukur kemampuan, bahkan juga bisa membantu user lainnya.


Sejak tahun lalu, user yang telah lulus ujian masuk perguruan tinggi telah menjadi guru. Hal ini menjadi timbal balik yang baik bagi situs ini.

Banner