Harga Buku Mahal, Tokio Marine Sumbang Perpustakaan Keliling
Kamis, 30 May 2013 00:39
(JAKARTA) Harga buku yang semakin melambung menjadi salah satu alasan minat baca di kalangan anak-anak dengan orangtua kurang mampu sangat rendah. Hal inilah yang mendorong Tokio Marine Group mendonasikan perpustakaan keliling bagi anak di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.
“Anak-anak merupakan harapan bangsa, dan sudah seharuskan ditanamkan minat baca sedari kecil, apalagi buku merupakan jendela ilmu,” ujar David J. Beynon, Presiden Direktur Tokio Marine Life Insurance Indonesia. “Kami harap bantuan ini dapat membantu meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak di Penjaringan.”
Perpustakaan keliling yang didonasikan berupa dua unit sepeda motor dilengkapi box berkapasitas buku sebanyak 100 buah untuk setiap unitnya, terdiri dari buku pelajaran, buku cerita, dan majalah. Dua unit motor ini nantinya akan berkeliling di Kecamatan Penjaringan, hingga ke daerah yang biasanya tidak terjangkau mobil perpustakaan keliling, mulai pukul 09:00 – 18:00.
Dalam kesempatan kali ini, Tokio Marine Group, yang terdiri dari Tokio Marine Asia Pte. Ltd., PT. Asuransi Tokio Marine Indonesia (TMI) dan PT. Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI), bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI), yayasan yang kegiatannya difokuskan pada kesehatan dan anak.
“Kami disini hanya membantu Tokio Marine Group untuk mendistribusikan bantuan serta memilih daerah yang tepat sesuai dengan survey kami sebelumnya,” ujar Tjahjono Soerjodibroto, National Director WVI. “Kecamatan Penjaringan akhirnya dipilih sebagai penerima bantuan karena merupakan salah satu pemukiman padat penduduk yang dihuni hampir 5,000 jiwa per km, dan sebagian besarnya warga menengah ke bawah.”
Tjahjono juga menambahkan, untuk menjaga kualitas peralatan dan perlengkapan perpustakaan keliling tersebut, pengawasan akan dilakukan bersama oleh Tokio Marine Group dan WVI secara rutin.
Diungkapkan Chairman Director Asuransi Tokio Marine Indonesia Josef Gunawan Setyo, ini merupakan kegiatan sosial pertama sebagai suatu kesatuan grup. Jika program ini sukses, tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa akan dilakukan juga di daerah lain.
“Meskipun ini yang pertama kalinya dilakukan sebagai grup dan yang pertama kalinya juga bagi TMLI. Namun, melakukan kegiatan sosial sudah kerap kali dilakukan TMI, salah satunya memberikan beasiswa kepada pelajar SD rutin setiap tahun,” ujar Josef. “Kami tentunya berharap kegiatan sosial kali ini dapat dilaksanakan rutin setiap tahun.”
Berita lainnya...
Halaman 13 dari 14
«MulaiSebelumnya11121314SelanjutnyaAkhir»