1 Tewas & 40 Cedera Setelah Ibaraki & Tochigi Dihantam Tornado
Senin, 07 May 2012 14:27
(Tokyo-Jepang) Seorang anak tewas, dan 40 orang lainnya cedera serta lebih datri 500 rumah di Prefektur Ibaraki dan Tochigi rusak setelah dihantam Tornado pada Minggu (06/05), mendorong Gubernur Hashimoto Masaharu meminta Pasukan Bela Diri (Jiei Tai/SDF) agar dimobilisasi guna membantu penanganan bencana.
Menurut Kepolisian, Pemadam Kebakaran, dan East Japan Railway Co, kilat juga menyebabkan kerusakan, dan sempat mengganggu layanan kereta peluru (Shinkansen) di jalur Tohoku, Yamagata, dan Akita.
Angin Tornado yang terjadi di kota Tsukuba, Prefektur Ibaraki, terjadi pada pukul 1 petang, menghantam jendela, dan menerbangkan atap sekitar 150 sampai 200 rumah, yang mengakibatkan dua orang mengalami cedera serius, dan seorang anak berusia 14 tahun, Suzuki Keisuke, meninggal setelah sempat dibawa ke rumah sakit.
Sementara, di kota Moka, Mashiko, dan Motegi, di Prefektur Tochigi, sekitar 300 rumah rusak dan sembilan orang cedera. Sedangkan di Prefektur Fukushima, sekitar 20 rumah kaca rusak berat, dan 4 rumah hancur.
Badan Meteorologi menyatakan stasiun pengamatan setempat telah mengeluarkan peringatan untuk daerah Tokai, Kanto, Tohoku sejak Minggu pagi, karena kondisi atmosfir terpantau tidak stabil.
Stasiun pengamat di kota Mito sejak Minggu pagi telah mengeluarkan peringatan untuk Prefektur Ibaraki, dan butiran es mulai jatuh di kota Mito sekitar pukul 1.20 petang.
Setelah terjadinya angin kencang, yang menurut stasiun pengamat Mito disebabkan oleh Tornado, dan hujan badai, yang mengakibatkan terganggunya aliran listrik ke sekitar 20,000 rumah di Prefektur Tochigi, Ibaraki, dan Saitama, ungkap Tokyo Electric Power Co.
Sedangkan dikota Okegawa, Prefektur Saitama, Sekine Junko (40 tahun), dan Sayaka, anaknya yang berusia 11 tahun, jatuh tidak sadarkan diri setelah disambar petir sekitar pukul 2.20 petang, namun si ibu akhirnya tersadar.
Di kota Uozu, Prefektur Toyama, Yaguramaki Yoshihito (64 tahun) ditemukan tidak sadarkan diri di sawah tempat dia bekerja pada pukul 11.15 siang, dan dinyatakan meninggal sejam kemudian. Kepolisian Prefektur Toyama menduga dia tewas disambar petir. (KN/Arry)
| < Sebelumnya |
|---|