Update Terakhir: 11:03 - 29 Jun 2012.

Berita Politik

Kementerian Perhubungan Jepang Perkenalkan Sistem Pengaturan Transportasi Pintar untuk Atasi Kemacetan Jakarta

Jumat, 29 Juni 2012 16:47

(Jakarta-Indonesia) Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan menyatakan sistem pengaturan transportasi pintar Intelligent Transport System (ITS), yang diperkenalkan Kementerian Perhubungan Jepang, dapat menjadi salah satu strategi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta.


Hal ini diungkapkan Mangindaan, Kamis (28/06), saat memberikan sambutan dalam Joint Seminar mengenai pengenalan ITS, yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan Indonesia dan Kementerian Agraria, Infrastruktur, dan Perhubungan Jepang (Kotsurodosho/MLIT), bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dan ITS Japan, di Pullman Hotel, Jakarta Pusat.


“Perkembangan transportasi saat ini sangat dipengaruhi perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Maka tidak menutup kemungkinan masalah transportasi pun dapat diatasi dengan teknologi terintegrasi seperti ITS,” ujar Mangindaan.


ITS merupakan sistem intelijen transportasi yang terintegrasi dengan segala jenis media, sehingga para pengguna jalan dapat mengakses informasi dengan mudah, dan mengurangi tingkat kecelakaan di jalan.


Saat ini, sistem ITS belum digunakan di Indonesia, karena terbentur banyak hal, diantaranya pengesahan UU Pajak dan Retribusi Daerah, yang mengatur pengelolaan biaya dari para pengguna jalan.


“Oleh karena itu, penyelenggaraan seminar bersama seperti ini tentunya sangat berguna bagi Indonesia, karena kita dapat belajar banyak dari Jepang mengenai penerapan ITS, serta anggaran yang harus disediakan,” ujar Toto Noerwitjaksono, Kepala Sub-direktorat Sarana Angkutan Jalan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan. “Jika telah benar-benar diterapkan, kami yakin kemacetan di Jakarta dapat dikurangi.”


Lebih lanjut, Toto mengungkapkan, sistem pengaturan transportasi yang diterapkan di Indonesia saat ini ialah Automatic Traffic Control System (ATCS) atau sistem teknologi pintar untuk penanganan lalu lintas, seperti layar pengumuman di pintu tol mengenai keadaan lalu lintas.


“Sistem ATCS ini mirip dengan ITS, namun tidak secanggih ITS, yang dapat langsung terintegrasi di semua media. Layar pengumuman yang menggambarkan situasi tol serta lampu lalu lintas dengan penghitung waktu, merupakan sebagian dari sistem ATCS yang dimiliki Indonesia,” ujar Toto.


Saat ditanya kapan Indonesia akan mulai menerapkan sistem ITS, Toto mengaku tidak dapat memprediksinya karena masih banyak yang harus dibenahi sebelum menggunakan ITS.


“Seperti yang saya katakan sebelumnya, pengesahan undang-undang juga menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan penggunaan ITS di Indonesia. Tidak hanya itu, kesiapan infrastruktur juga menjadi faktor penting dalam hal ini,” ujar Toto. “Penerapan ITS nanti, tentunya akan menjadi terobosan baru dalam sistem transportasi di Indonesia.” (AN)


 

Halaman 1 dari 109

«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»