Update Terakhir: 17:59 - 08 Jun 2011.

Sony Pastikan Data Pribadi 77 Juta Pengguna Jaringan Telah Dicuri

(Washington D.C.-Amerika Serikat) Sony Corp. telah mengungkapkan dalam rapat komisi Kongres Amerika Serikat (AS), mengenai pencurian 77 juta data pribadi pengguna jasa layanan online miliknya, termasuk data pemain game PlayStation

.

Menanggapi surat pertanyaan dari Komisi Energi, dan Perdagangan Majelis Rendah, Sony Corp. Selasa (03/05) menjelaskan, "Para penyusup mencuri informasi data pribadi dari sekitar 77 juta pemilik akun layanan PlayStation Network, dan Qriocity.


Sebelumnya Sony mengumumkan, pihak tidak berwenang mungkin telah memperoleh informasi data pribadi, termasuk nama, alamat, alamat e-mail, tanggal lahir, dan kata sandi dari 77 juta akun dengan mengakses secara ilegal.


"Sejauh ini kami belum menerima laporan pengunaan ilegal dari data yang telah dicuri", ungkap Sony dalam jawaban Rabu (04/05) di sidang subkomite Majelis Rendah.


Lebih lanjut, Sony mengatakan, tidak setiap informasi dalam akun layanan PlayStation Network, musik online Qriocity, dan pengguna layanan video dicuri. Pada sidang komite Majelis Rendah, Sony dikritik telah gagal menyampaikan pada konsumen insiden pelanggaran data.


"Bagi saya, pertanyaan sederhana,dan yang paling penting adalah, mengapa pelanggan Sony tidak diberitahukan sesegera mungkin setelah diserang cyber?", ujar Mack Mary, ketua sidang komisi Industri, dan Perdagangan.


Mack, yang berasal dari partai Republik negara bagian California, juga menyatakan tidak senang atas ketidakhadiran Sony memenuhi panggilan komisi. Sony melaporkan, mereka terlalu sibuk menjalankan investigasi. Menurut Mack, "Konsumen Amerika pantas memperoleh jawaban tegas, dan saya akan memperjuangkan itu."


Sony telah meminta Biro Federal Investigasi (FBI) AS, guna meninjau kasus pelanggaran data.


Dalam tanggapan tertulis, Sony mengatakan butuh waktu untuk mengumumkan kasus pelanggaran data, "sangat sangsi mengumumkan sebagian informasi bersifat sementara, sehingga dapat menyebabkan kebinggungan pada pelanggan, serta membuat mereka mengambil tindakan tidak penting, jika informasi tersebut tidak didukung bukti forensik."


Kemudian Sony juga mengungkapkan, rincian data 12,3 juta pengguna kartu kredit di seluruh dunia mungkin telah diakses.


Sony telah menghentikan layanan PlayStation Network sejak 20 April silam, setelah ditemukan bukti yang menunjukkan pelanggaran ilegal dalam sistem jaringan.(IM/KN)