Hitachi, Panasonic & Toshiba Kembali Bukukan Laba Pada Tahun Fiskal 2010
Ditulis oleh Administrator Jumat, 13 May 2011 00:45
(Tokyo-Jepang) Laporan Keuangan tahunan perusahaan produsen elektronik dan peralatan listrik besar di Jepang yang diterbitkan pada hari Rabu (11/05) menunjukkan, pada tahun fiskal 2010 Hitachi, Panasonic, dan Toshiba kembali membukukan laba bersih, dipicu tingginya permintaan di negara ekonomi berkembang, dan program insentif pemerintah untuk pembelian perangkat elektronik hemat energi.
Hitachi Ltd membukukan laba bersih 238,87 miliar yen, atau naik dari tahun 2009, yang sempat merugi 106,96 miliar yen, dan nilai penjualan naik 3,9 persen menjadi 9,32 triliun yen, yang merefleksikan tingginya peningkatan penjualan mesin konstruksi, dan komponen otomotif.
Sementara Panasonic membukukan laba bersih 74,02 miliar ye, dibanding tahun 2009 yang merugi sebesar 103,47 miliar yen, akibat tingginya penjualan perangkat elektronik rumah tangga di negara ekonomi berkembang.
Sedangkan Toshiba, membukukan laba sebesar 137,85 miliar yen.
Namun, pemulihan pendapatan lebih lambat dibandingkan perkiraan sebelumnya, karena penghentian sementara operasi pabrik, dan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki fasilitas yang rusak paska gempa, dan tsunami yang melanda daerah Tohoku pada 11 Maret silam.
Hitachi menyatakan, pada tahun fiskal 2011, ada kemungkinan penurunan nilai penjualan, dan laba bersih, masing-masing sebesar 130 miliar, dan 75 miliar, yang merupakan dampak dari bencana gempa, dan tsunami.
Untuk Tahun fiskal 2011, Hitachi, dan Panasonic tidak mengeluarkan proyeksi, karena masih belum membuat penilaian akurat mengenai dampak bencana 11 Maret.
Sementara Toshiba memprediksikan laba bersih, 140 miliar yen, atau naik 1,6 persen dibanding tahun fiskal 2010.
Executive Vice President Hitachi Ltd, Miyoshi Takashi menyatakan, Hitachi akan merilis proyeksi tahun fiskal 2011 pada bulan Juni, dan berencana mengantisipasi kondisi sukar paska bencana gempa, dan tsunami, seperti terganggunya rantai pasokan, dan pemadaman bergilir, pada semester ke-1 tahun 2011. Namun, perusahaan mengharapkan pada semester ke-2, bisa mendapat keuntungan dari permintaan terkait program rekonstruksi. (YD/KN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|