CEO JPMC Imawan: "Jika Kita Sudah Bangga Punya Tol Cipularang & Suramadu, Infastruktur di Jepang Lebih Memadai"
Ditulis oleh Administrator Senin, 04 Juli 2011 00:49
(Tokyo-Jepang) Imawan Mashuri, CEO Jawa Pos Multimedia Corp (JPMC), mulai Minggu (19/06) hingga Senin (27/06) silam, mengunjungi Jepang dan melakukan pengamatan mengenai kondisi jalan tol di negara, yang terkenal dengan sebutan negeri matahari terbit itu.
Menurut Imawan Mashuri, kalau kita sudah bangga karena memiliki tol Cipularang (Jakarta - Bandung) dan jembatan Suramadu (Surabaya - Madura), rasanya perlu untuk menelusuri jalan tol, terowongan, dan jembatan di Jepang, supaya bisa membangun fasilitas yang memadai dan lebih baik lagi.
"Sepanjang 1997 km jalan yang saya lewati, dan 1600 km diantaranya, semua petunjuknya bertanda jelas, dan marka jalannya tidak ada yang buram," tambah Imawan, yang melakukan perjalanan selama 9 hari pada 19 hingga 27 Juni silam.
Selain itu, semua mobil yang memasuki ruas jalan tol, terhubung dengan GPS (Global Positioning System) untuk memberikan panduan dan peringatan bagi pengemudi, sehingga lebih memadai.
Di sisi lain, Pemerintah Jepang juga menggunakan jalan tol sebagai sarana untuk mengumpulkan dana guna membantu rekonstruksi wilayah yang terkena dampak bencana tsunami pada 11 Maret silam, dengan memberlakukan kenaikan tarif tol sebesar lima kali lipat dari harga sebelumnya.
Menurut berita yang dilansir Jawa Pos, Jumat (01/07) silam, dalam sektor jalan tol, pemerintah Jepang membutuhkan dana 1 triliun yen atau sekitar Rp 100 triliun untuk membangun kembali bekas wilayah bencana dalam setahun.
Untuk menempuh jarak hanya 8 km, setiap pengguna jalan tol wajib membayar tarif sebesar 1,800 yen atau Rp 180 ribu, Harga ini yang menjadi tarif jalan tol termahal di dunia.
Tol merupakan infrastruktur yang telah menjangkau seluruh Jepang. Tidak hanya antar Prefektur, setiap pulau di Jepang juga dihubungkan dengan jalan tol, mulai dari Pulau Kyushu, Honshu, Shikoku, dan Hokkaido.
Maka dari itu, kenaikan tarif tol mengajak semua masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan kembali negaranya paska bencana. (II/JS)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|