BoJ Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Untuk Daerah Yang Dilanda Bencana
Ditulis oleh Administrator Rabu, 13 Juli 2011 00:49
(Tokyo-Jepang) Bank Sentral Jepang (Nihon Ginkou/BoJ) Selasa (12/07) melakukan revisi terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun fiskal 2011, dan di saat bersamaan kembali mempertahankan kebijakan moneter super longgar, yang ditujukan untuk mendorong perekonomian, paska terjadinya bencana gempa, dan tsunami pada 11 Maret.
Saat menutup Rapat Dewan Kebijakan yang telah berlangsung dua hari, Dewan Kebijakan BoJ menyatakan produk domestik bruto Jepang akan tumbuh 0,4 persen, atau turun dari sebelumnya sebesar 0,6 persen, yang diumumkan pada bulan April. Sementara untuk tahun fiskal 2012, BoJ memproyeksikan pertumbuhan 2,9 persen, tidak berubah dibanding pengumuman outlook sebelumnya.
Sembilan anggota Dewan memberikan suara bulat untuk mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek tetap pada kisaran nol sampai 0,1 persen, dan melanjutkan program dana pembelian aset senilai 10 triliun yen, guna merangsang pertumbuhan dengan melonggarkan persyaratan moneter, dan kredit.
Sementara untuk harga, BoJ mempertahankan perkiraan inflasi inti yang diproyeksikan naik 0,7 persen, baik untuk tahun fiskal 2011, dan 2012.
Sebelumnya, BoJ telah menyatakan akan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga nol, sampai dinilai adanya perubahan tahunan atas indeks harga konsumen inti, tidak termasuk makanan segar, yang stabil dikisaran positif 2 persen atau dibawahnya, dan pengakhiran pengenduran kebijakan moneter tidak akan mengakibatkan ketidakseimbangan finansial.
Sedangkan mengenai iklim saat ini, BoJ meningkatkan penilian skalanya, dipicu pemulihan produksi, yang sempat melambat paska terjadinya bencana gempa, dan tusnami pada 11 Maret.
"Kegiatan ekonomi Jepang telah naik, terlebih lagi sudah berkurangnya kendala pasokan yang disebabkan bencana gempa," ungkap BoJ dalam pernyataan tertulisnya.
Meski perlambatan ekonomi yang signifikan paska terjadinya gempa, dan tsunami, BoJ menolak mengungkapkan proyeksi produk domestik bruto pada tahun fiskal 2011.
Penolakan BoJ untuk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negatif pada tahun fiskal 2011, ditujukan untuk mengantisipasi pandangan sebagian besar analis sektor swasta, namun itu masih sejalan dengan penilaian pemerintah. (YD/KN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|