JF Jakarta Gelar Talkshow & Workshop Sulih Suara
Sabtu, 23 Februari 2013 00:49
(JAKARTA) Popularitas anime sebagai bentuk kesenian cukup efektif untuk sarana pertukaran kebudayaan. Hal ini mendorong Japan Foundation (JF) kembali mengadakan pemutaran film animasi gratis berjudul “Uchu Kyodai” Maret mendatang. Kali ini JF berusaha memperluas wawasan melalui rangkaian talkshow dan workshop sulih suara bersama pelaku industri animasi di Jepang.
“Dengan acara ini, peminat sulih suara dapat belajar langsung dari editor, produser dan dubber serta mendalami seiyu (sulih suara). Di Jepang, sulih suara sudah menjadi profesi,” ungkap Ogawa Tadashi, Director General Regional Director for Southeast Asia, Japan Foundation pada Jumat (22/02).
Anime yang akan diputar, Uchu kyodai (Space Brothers) adalah serial animasi yang tengah ditayangkan di TV dan mencapai popularitas sama dengan komiknya. Film ini mengisahkan dua bersaudara bercita-cita sebagai astronot, dibuat berdasarkan karya Koyama Chuya terbitan Kodansha serta terjual lebih dari 10 juta eksemplar di Jepang.
Sementara itu, acara talkshow dan workshop akan dihadiri pakar industri animasi. Ada Sadoshima Yohei, mantan editor di Kodansha yang pernah menangani manga populer seperti “Vagabond” dan “Uchu Kyodai”. Selain itu ada Nagai Koji, produser animasi Yomiuri TV serta Okamoto Nami, artis sulih suara di berbagai film animasi yakni Inuyasha dan Detektif Conan.
Assistant Director Japan Foundation Jakarta, Hashimoto Ayumi mengatakan,”Cukup banyak yang tertarik , tapi kapasitas workshop hanya 60 peserta, sehingga perlu diseleksi. Di Jakarta pemutaran film akan dilakukan di Universitas Al Al Azhar.”
Workshop seiyu bersama Okamoto akan berlangsung tanggal 1 dan 3 Maret 2013, bertempat di Hall JF, Gedung Summitmas I lt. 2 Jl. Jend.Sudirman kav. 61-62, Jakarta Selatan.
Penikmat animasi Jepang ternyata tak sebatas menonton namun juga ada yang mempelajari sulih suara, seperti yang dilakoni komunitas Dubbing and Friends (DnF) yang yang lahir dari facebook (FB).
Ringka (22 tahun), salah satu pegiat komunitas ini menyatakan, “Kami tertarik ingin mengikuti workshop untuk belajar langsung dari orang Jepang.”
Mahasiswa Sastra Jepang Universitas Darma Persada (Unsada) ini mengungkapkan mayoritas anggota komunitas adalah pencinta anime. Mereka sering mengadakan gathering untuk belajar dubbing bersama.
Ringka menambahkan, “Dubber di Indonesia masih kurang dihargai. Jika tahun 90an per bulan penghasilannya bisa Rp15 jutaan, makin ke sini makin berkurang.”
Komunitas ini selain beraktivitas di FB juga berbagi contoh rekaman sulih suara mereka dengan berbagai di situs Soundcloud.
Selain di Jakarta, rangkaian pemutaran film animasi, talkshow dan workshop juga akan diselenggarakan pula di Medan pada 5 Maret dan di Surabaya, 7 Maret mendatang. Jadwal selengkapnya bisa diakses melalui website Japan Foundation yakni www.jpf.or.id.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
Tabloid
>> Memo Bisnis
| K- Line Buka Layanan Transit Jakarta 28/02/2013 |
| artikel lainnya |
>> Sosial & Pendidikan
| Mazda Salurkan Bantuan Rp 32 Juta Melalui PMI 28/02/2013 |
| artikel lainnya |
>> Gaya Hidup & Hiburan
Karir
| Kaizen & Lean Senior Manager ~ Asian Agri 27/02/2013 |
| lowongan lainnya |
