Japan Fair UNSADA Suguhkan Workshop Nihon Ryori

(JAKARTA) Kegiatan Japan Fair umumnya memperkenalkan budaya, namun Universitas Dharma Persada juga memberikan kesempatan untuk mempelajari budaya Negeri Sakura, salah satunya melalui workshop Nihon Ryori atau masakan Jepang dalam Japan Fair 2013.

“Kita ingin sesuatu yang beda untuk tahun ini. Akhirnya kita memilih Nihon Ryori. Saat ini, penggemar masakan Jepang sudah semakin banyak. Oleh karena itu, kita ingin menampilkannya, meskipun melalui masakan yang sederhana,” ujar Karlina Nurjanah Ketua Panitia Acara Japan Fair 2013.


Dalam kesempatan itu, acara memasakan ditampilkan langsung Harada Hiromitsu, chef asal Jepang yang kerap wira-wiri dalam acara masak di salah satu stasiun TV swasta.


"Chef Harada, memang sengaja kita undang, selain karena dia orang Jepang, juga memiliki kekhasan sendiri dalam memasak,” tambah Karlina.


Dengan gayanya yang khas, chef Harada mendemokan cara memasak dua makanan, yaitu Chiken Teriyaki dan Ice Cream Cocktail sambil diselingi canda yang mengundang tawa peserta workshop. Dua makanan ini merupakan pilihannya langsung, karena selain sederhana juga mudah dipraktekkan.


Ternyata kegiatan ini cukup mengundang antusias pengunjung. Sekitar 70 orang ikut hadir dalam workshop tersebut. Salah satunya, Rasyiqah Anggrhinez (22), alumni UNSADA, tidak ingin melewatkan Japan Fair 2013. Meskipun tujuan utamanya adalah ingin yang melihat kreativitas Japan Fair tahun ini, namun mendengar adanya kegiatan baru yaitu workshop Nihon Ryori, dia tidak ingin melewatkan untuk mempelajari masakan Jepang.


“Workshop ini baru ada tahun ini dan menurut saya sangat menarik. Apalagi diajarkan langsung oleh ahlinya, chef Harada yang memang sudah terkenal dan pembawaannya yang menyenangkan,” imbuhnya.


Selain Nihon Ryori, kegiatan yang berlangsung dari 23-24 Februari, itu juga menghadirkan workshop Seiyu (sulih suara) yang mendatangkan Ahmad Zulkifli Lubis, dubber karakter Conan dan Shinichi (Detektif Conan) dan Satoshi (Pokemon). Ada juga workshop Cha no yu dan Mochitsuki yang langsung diajarkan warga Jepang.


Japan Fair tahun ini bertema “Bunka ga hana hiraku haru”, berarti kebudayaan yang bermekaran di musim semi, diharapkan Ketua Panitia Ayubasauli Steranicus, melalui kegiatan ini, semakin banyak warga Indonesia yang mengenal budaya Jepang. Bahkan ditargetkan 500 orang dapat hadir.


Sebanyak 34 booth yang ikut berpartisipasi dalam Japan Fair, antara lain booth makanan, produk (souvenir) dan media partner. Selain itu juga menampilkan arak-arakan Omikoshi dan Obake Yashiki (rumah hantu).


“Kita juga menyelenggarakan beberapa lomba cerdas cermat dan workshop, yang diharapkan dapat memberikan pengetahun budaya kepada peserta,” tandas Ayubasauli.


Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang