Perkenalkan Oshibana, Komunitas Pecinta Bunga Press Indonesia Gelar Pameran di Japan Foundation Jakarta
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 20 September 2011 04:48 Ditulis oleh Administrator Selasa, 20 September 2011 00:29
(Jakarta-Indonesia) Komunitas Pecinta Seni Bunga Press Indonesia (KPKSBPI) bekerjasama dengan Japan Foundation Jakarta, Selasa (13/09), menggelar pameran Oshibana, untuk memperkenalkan teknik bunga press Jepang kepada warga Indonesia.
“Oshibana sangat populer di kalangan wanita muda serta ibu-ibu di Jepang,” ujar ketua sekaligus pendiri KPKSBPI Mutia H. Prasodjo, yang ditemui usai membuka pameran secara resmi di Galeri Mini JF, Gedung Summitmas II, Jakarta Selatan. “Dengan digelarnya pameran ini, kami harap akan semakin banyak warga Indonesia yang mengetahui serta mempelajari teknik Oshibana.”
Lebih lanjut, Mutia juga menjelaskan kelebihan teknik Oshibana dibandingkan dengan teknik bunga press lainnya di dunia.
“Di setiap negara sebenarnya memiliki seni bunga press. Di Indonesia sendiri seni bunga press disebut dengan Herbarium, namun kebanyakan bunga atau tumbuhan dalam Herbarium, akan berubah warna menjadi kuning atau coklat karena proses pengeringan, berbeda dengan teknik Oshibana yang mampu mempertahankan keaslian warna bunga,” ujar Mutia yang pernah belajar mengenai Oshibana di Nagasaki, Jepang pada tahun 1999.
Mutia juga menjelaskan, Oshibana merupakan salah satu wujud penghargaan manusia terhadap keindahan alam, khususnya bunga dan tumbuh-tumbuhan.
“Oshibana awalnya dilakukan warga Jepang, sebagai bentuk penghargaan mereka terhadap alam. Seperti kita tahu, bunga di Jepang hanya dapat tumbuh saat musim semi dan panas, sehingga mereka menciptakan seni Oshibana, agar dapat menikmati keindahan bunga di saat musim gugur dan dingin,” ujar Mutia. “Pesan inilah yang ingin saya sampaikan kepada warga Indonesia.”
Terdapat lebih dari 30 hasil karya anggota KPKSBPI ditampilkan dalam pameran Oshibana, mulai dari pembatas buku, pigura foto atau lukisan, tempat tissue, biola, sampai lampu meja, yang kesemuanya menggunakan bunga dan tumbuhan asli Indonesia.
Lebih lanjut, Mutia yang juga mengajarkan teknik Oshibana kepada para remaja wanita dan ibu rumah tangga di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Bali, Nusa Tenggara, dan Papua, menyatakan tidak sedikit warga Indonesia yang tertarik dengan Oshibana.
“Tanggapan warga Indonesia terhadap Oshibana saat ini, sudah lebih banyak, dibandingkan dengan pertama kali saat saya perkenalkan pada tahun 2001,” ujar Mutia. “Saya harap dengan diselenggarakannya pameran ini, akan semakin banyak warga Indonesia yang belajar teknik Oshibana, dan memahami filosofi menghargai alam yang terdapat di dalamnya.”
Pameran Oshibana akan berlangsung sampai Selasa (27/09), mulai pukul 10.00-18.00 setiap harinya, kecuali Minggu, namun khusus untuk hari Sabtu (17/09) akan dibuka mulai pukul 10.00-12.30.
Selain pameran, KPKSBPI juga akan melaksanakan workshop Oshibana pada hari Selasa (20/09), mulai pukul 10.30, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 50,000,-. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi 520-1266. (Nova)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
