Film/ “Nobou no Shiro” Gambarkan Suasana Perang Jaman Sengoku

(Tokyo-Jepang) Film “Nobou no Shiro” yang menggambarkan suasana perang Jaman Sengoku (1493-1573) akan ditayangkan pada November mendatang di seluruh bioskop Jepang.


“Nobou no Shiro” merupakan film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Wada Ryou, dan menceritakan perjuangan sekelompok samurai, yang dipimpin Nobousama untuk mempertahankan benteng desa Oshi dari serangan Hideyoshi Toyotomi.


Tokoh utama dalam film “Nobou no shiro” ialah Narita Nagachika (diperankan Nomura Mansai), seorang samurai yang tidak memiliki keahlian dalam berperang, namun sangat menyukai kegiatan bercocok tanam. Narita bahkan tidak terlihat menakutkan seperti samurai lainnya, sehingga mendapat julukan “Nobousama” (orang yang tidak dapat diandalkan).


Suatu ketika, terdengar kabar bahwa pasukan Hideyoshi Toyotomi yang berjumlah 20,000 orang akan menyerang desa tempat tinggal Nobousama. Sejak itu dimulailah kisah Nobousama yang tanpa sengaja terpilih menjadi pemimpin 500 orang yang ditugaskan mempertahankan benteng desa.


Berbeda dengan film bertema Jaman Sengoku lainnya yang memperlihatkan suasana suram peperangan, “Nobou no Shiro” justru dikemas dalam bentuk komedi dan ceria oleh sutradara Inudo Isshin dan Higuchi Sinji.


“Sifat Nobousama yang ceroboh dan cenderung mencelakakan dirinya sendiri, menjadi salah satu daya tarik film ini. Kami harap para penonton film perang juga dapat terhibur dengan hasil karya kami,” ujar Higuchi.


Awalnya, “Nobou no Shiro” dijadwalkan tayang pada pertengahan 2011, namun proses pengambilan gambar sempat tertunda akibat bencana 11 Maret silam, sehingga film baru dapat ditayangkan pada tanggal 2 November mendatang. (AN/NN)