Tahun Baru a la Jepang
Kamis, 27 Desember 2012 13:31
(TOKYO-Jepang) Lima hari lagi seluruh masyarakat di dunia akan menyambut tahun baru 2013. Bagi masyarakat Indonesia sendiri, Tahun Baru identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga dan kerabat sambil menikmati hidangan atau gebyar kembang api yang diiringi tiupan terompet pada malam penutupan tahun. Dan ternyata, kebiasaan ini juga dilakukan masyarakat Jepang.
Negara yang kental dengan pengaruh agama Shinto dan Buddha ini, selalu mengakhiri dan mengawali tahun baru bersama keluarga dan kerabat, dengan sejumlah ritual ataupun kepercayaan, mulai dari pemukulan genta di kuil Buddha, hiasan tahun baru, hingga hidangan yang disajikan. Masyarakat Jepang juga merayakan tahun baru selama tiga hari mulai tanggal 1 Januari.
Menjelang pukul 12 malam pergantian tahun, terdapat tradisi pemukulan genta atau lonceng besar di seluruh kuil Buddha di Jepang sebanyak 108 kali. Angka ini melambangkan jumlah hawa nafsu manusia. Pemukulan genta ini dipercaya dapat menghapus kesalahan atau dosa yang telah diperbuat selama setahun.
Sama seperti di Indonesia, pada malam pergantian tahun, seluruh masyarakat Jepang tidak tidur dan berkumpul bersama keluarga ataupun kerabat. Bedanya, malam tahun baru di Indonesia diramaikan dengan bunyi terompet alih-alih lonceng kuil. Setelah pemukulan genta , masyarakat Jepang akan merayakan detik pertama tahun baru dengan menikmati hidangan soba yang disebut “Toshikoshi Soba”.
Sementara, bagi keluarga yang tidak keluar rumah, terdapat berbagai program televisi spesial tahun baru, salah satunya acara musik Kohaku Uta Gassen yang ditayangkan di stasiun NHK. Masyarakat Indonesia juga dapat menikmati acara musik ini melalui fasilitas TV Kabel atau Parabola.
Tepat pada Tahun Baru, masyarakat Jepang biasanya pergi ke kuil Shinto untuk berdoa bersama keluarga, kerabat atau teman. Sejumlah wanita dan anak perempuan juga terlihat mengenakan kimono saat pergi ke kuil. Selain itu sama seperti di Indonesia, keluarga Jepang pada tahun baru akan berkumpul bersama dan menikmati hidangan tahun baru yang disebut “Osechi”.
Osechi juga tidak terlepas dari pengaruh ajaran Shinto, mulai dari cara penyajian yang disusun dalam kotak kayu bersusun yang dimaksudkan sebagai pelambang keberuntungan yang berlipat-lipat. Hidangan yang disajikan biasanya terbuat dari ikan, udang, telur, acar, belut, dan kacang hitam yang dipercaya dapat menangkal roh jahat dan memberikan kesehatan (berasal dari kata “Mame” atau kacang, yang dapat diartikan sebagai “kesehatan”).
Sejak dulu, osechi dibuat dan dihidangkan sendiri, namun maraknya situs belanja online di Jepang memberikan kesempatan bagi sejumlah restoran dan hotel menjajakan hidangan osechi mereka. Osechi yang dijual di situs online juga dapat dicoba terlebih dulu sebelum dibeli, hal ini memudahkan masyarakat Jepang menikmati hidangan mewah tahun baru dengan harga terjangkau. Salah satunya Hakata Hisamatsu dari Fukuoka yang menjual hidangan osechi mereka dengan harga 500 yen, dan langsung diserbu pembeli dalam dua hari.
Sementara di muka pintu masuk rumah, dihiasi pajangan dekorasi bambu yang disebut “Kadomatsu”. 3 batang bambu dengan ukuran berbeda ditancap dan diikat, yang dipajang seduah hari Natal. Sejumlah Kadomastu bisanya juga dihias daun pohon cemara di sekelilingnya. Tradisi pemasangan hiasan bambu ini telah diperkenalkan di Jepang sejak Jaman Heian (794-1185), yang pada awalnya hanya berupa ranting daun pinus di depan pintu masuk.
Salah satu perusahaan Landscape Desaign, Kikyo Zouen asal Kota Hakodate, Prefektur Hokkaido menyatakan sejak 10 Desember silam, telah terjual 15 pasang dekorasi bambu. Permintaan biasanya datang dari toko-toko dan restoran di Kota Hakuto dan Hakodate, di Prefektur Hokkaido.
Selain itu, Tahun Baru juga menjadi hari yang paling ditunggu bagi anak-anak di Jepang, karena setiap pergantian tahun, mereka akan diberikan “Otoshidama”, sejumlah uang yang dimasukkan ke dalam amplop berhiaskan aneka gambar kesukaan mereka. Sementara untuk orang dewasa, terdapat tradisi bertukar kartu pos tahun baru yang akan sampai persisi pada tanggal 1 Januari. (AV)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
