Nunogire, Mengubah Perca Jadi Aksesoris

(JAKARTA) Nunogire atau potongan kain perca tak lagi menjadi sekedar sampah, namun bisa diolah kembali menjadi kerajinan tangan seperti kalung, gelang dan aksesoris lain. Japan Foundation Jakarta menyelenggarakan pameran dan workshop untuk lebih mengenalkan seni ini ke khalayak ramai.

“Acara ini diselenggarakan karena seni mengolah Nunogire belum tersebar luas, apalagi menggunakan teknik jahit tangan tradisional Jepang yang sudah sangat tua. Workshop ini juga berbeda, yakni jika biasanya berupa daur ulang (Re-cycle) kain perca, kini mengusung konsep Up-cycle,” ungkap Diana S Nugroho, Program Officer Cultural Section Japan Foundation (JF) Jakarta, Kamis (13/06).

Jika re-cycle cenderung mengubah dan bahkan menghilangkan bentuk asalnya, maka up-cycle tetap meninggalkan bentuk asli dan mengubah fungsinya melalui pemberian nilai tambah sehingga hasilnya akan tetap bermanfaat.

Konsep ini diusung Yamada Kenji, pemerhati kain-kain tradisional Indonesia. Bersama rekan-rekannya Yamada akan memamerkan beberapa pernak pernik seperti kalung, gelang, cincin dan beragam asesoris lainnya.

Pemanfaatan nunogire ini mengambil kebiasaan bangsa Jepang yang berusaha tidak membuang sesuatu selama masih bisa difungsikan lagi. Bahkan hingga sisa kain berukuran kecil 1,5cm x1,5cm masih bisa dibuat kerajinan dengan teknik jahit khusus. Turut bergabung dalam pameran ini studio iro iro, suatu komunitas dengan minat yang sama tentang kerajinan tangan.

Pameran dibuka gratis untuk umum mulai tanggal 17 hingga 24 Juni 2013 di Lobby Perpustakaan JF Jakarta Gedung Summitmas I lantai 3 Jl. Jend.Sudirman kav.61-62 Jakarta Selatan.

Sementara workshop akan mempelajari pembuatan kinchaku, kantong mungil khas tradisional Jepang. Acara ini dibuka dua hari yakni tanggal 17 Juni untuk pemula dan 24 Juni untuk kelas menengah. Peserta yang bisa mengikuti pelatihan yakni berusia di atas 15 tahun serta membayar biaya bahan sebesar Rp50.000.

Setelah pendaftaran workshop dibuka sejak 10 Juni silam ternyata peminatnya cukup banyak, sehingga kursi untuk kelas pemula yang berkapasitas 20 orang sudah penuh terisi.


Banner