Penerbit Shueisha Bagikan Ilmu Bikin Komik di Senayan

(JAKARTA) Penerbit majalah komik di Tokyo, Shueisha Inc mengunjungi Jakarta, dalam rangka memilih karya terbaik peserta lomba komik yang diselenggarakan Anibee TV pekan silam.



Selain menilai karya-karya dalam lomba, editor Weekly Shonen Jump, majalah terbitan Shueisha juga membagikan pengetahuan penting dalam membuat komik. "Agar membuat komik menarik setidaknya ada lima yang perlu diperhatikan," ungkap Hosono Shuhei, Deputy Editor In Chief Weekly Shonen Jump kepada puluhan pengunjung di Festival Anibee pada Minggu (16/06).



Pertama, kata Hosono adalah membuat karakter yang kuat namun ada rasa humor. Hal ini tidak hanya dituntut oleh industri komik Jepang saja, namun juga ada dalam komik Amerika maupun Eropa. "Jika di komik Jepang, contohnya karakter Luffy dalam One Piece," ujarnya.



Kedua, adalah bermain di segi cerita. Menurutnya, pembaca saat ini lebih menginginkan cerita yang unik dan tidak biasa. Hal ini juga yang membuat pembaca ingin terus membaca komik tersebut. Selanjutnya, keriga yaitu, cerita harus membuat penasaran, dan menjadi bahan perbincangan di social media. Dengan demikian, akan semakin tersebar dan populer.



Hal penting keempat adalah mengikuti tren. Cerita juga harus bisa menceritakan mengenai hal-hal yang sedang populer. Kemudian yang terakhir ujar Hosono, yaitu harus memiliki advisor yang menilai baik tidaknya sebuah cerita. Advisor ini bisa teman, atau advisor yang dikenal lewat internet.



"Yang penting jika lima hal itu bisa dipenuhi, maka orang-orang pasti ingin membacanya. Jadi bisa menambah angka produksi atau nilai jual," ujar Hosono.



Sementara itu, Hosono juga memberikan pujian terhadap beberapa karya anak Indonesia dalam lomba. Menurutnya, dari sisi gambar sudah baik dan bisa dibilang sudah mencapai level yang tinggi.



"Shuseisha tidak hanya melulu menerbitkan komikus Jepang saja, namun memang memilih karya terbaik. Kita pernah menerbitkan komik karya komikus Taiwan. Jadi tidak menutup kemungkinan menerbitkan komik karya orang Indonesia," ujarnya.


Banner