Acara Cosplay Tingkat Kota Diadakan di Seluruh Jepang

(Aomori) Sejumlah kota dan desa di Jepang menyelenggarakan acara Cosplay atau costume players, sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan daya tarik bagi turis dan merevitalisasi ekonomi regional.


Dalam acara itu, para cosplayers diperbolehkan tampil di taman dan ruang publik lainnya, memenuhi fantasi menjadi karakter favorit animasi dan komik manga sambil berkeliling kota.


Pada pertengahan Agustus, seorang perempuan berumur 50 tahun memakai kostum warna-warni dan bergaya untuk berfoto di depan desanya dalam sebuah acara yang diadakan di Sai, desa kecil di Prefektur Aomori, bagian Utara Pulau Honshu.


Populasi di desa itu sekitar 2.300 orang, memiliki sejumlah tempat dengan pemandangan yang indah, seperti Pesisir Hotokegaura yang terkenal dengan batu berbentuk aneh dan jurang. Diperkirakan setiap tahunnya menarik turis sebanyak 110.000 orang, yang kebanyakan berumur diatas 60 tahun.


Muraki Iori (26 tahun), Pimpinan di kantor desa setempat mengatakan acara Cosplay dilaksanakan untuk menarik turis muda.


“Acara cosplay membuktikan bahwa desa kami dapat menjadi destinasi bagi para pemuda walaupun lokasinya jauh,” ungkapnya.


Fuwari Co., perusahan asal Nagoya yang mengelola website “Cosplayer Archive” dengan 250.000 anggota, mengatakan bahwa acara seperti ini yang membuat seluruh kota menjadi tempat untuk cosplay sudah diadakan sejak tahun 2010 dan total acaranya mencapai 30 hingga 50.


Pada bulan Agustus, pemerintah Prefektur Nara memperbolehkan pengunjungnya menggunakan kostum selama festival “Tokae”. Festival dengan ribuan lilin dinyalakan di Taman Nara, kuil, dan kelenteng tersebut diadakan pertama kali pada tahun 1999.


“Apabila penduduk lokal dapat memahami cosplay dan bisa bekerjasama membangun suasana yang membuat pengunjung dapat menggunakan kostum di seluruh penjuru kota akan menjadi sumber turisme yang potensial,” ungkap Takeshi Okamoto, instruktur turisme Universitas Prefektural Nara.


“Menjadi penting juga untuk membantu peserta mempelajari area yang dikunjungi dan membuat mereka menjadi penggemar dari kotanya sendiri,” lengkap Okamoto.


Acara lainnya yang terkenal adalah “TOYAKO Manga-Anime Fiesta”, diadakan oleh kota Toyako di bagian Utara Hokkaido dan mulai diselenggarakan sejak tahun 2010.


Selama dua hari, hotel dan ryokan setempat penuh dipesan pengunjung. Berdasarkan keterangan pemerintah lokal, pada bulan Juni tahun ini, acara tersebut berhasil menarik sekitar 57.000 pengunjung.


Peserta dapat memasuki restoran dan toko-toko lainnya sambil menggunakan kostum. Ide tersebut dicetuskan oleh anggota muda dari asosiasi turisme lokal.


Awalnya terdapat kekhawatiran bahwa acara tersebut dapat mengubah suasana kota pemandian air panas. Namun, para anggota asosiasi turisme mencoba meyakinkan para pemilik toko dan restoran bahwa mereka telah meminta peserta untuk tidak mengenakan kostum yang terlalu terbuka.


Takuichi Sasaki, 41, sebagai pencetus acara tersebut mengatakan, “Kunci kesuksesan dari acara ini adalah dengan menciptakannya sebagai acara bersama peserta, seperti festival sekolah. “