Tarian & Arakan Semarakkan Jalan Kawasan Melawai

Kemeriahan tahun ini kembali disemarakkan dengan hadirnya berbagai pertunjukan budaya tradisional Jepang yang mengikutsertakan peserta dalam jumlah besar, Seperti tarian Awaodori, Eisa dan arak-arakan Mikoshi yang akan menjadi atraksi sangat ditunggu.

Seperti tahun sebelumnya, Awaodori atau tarian dari Tokushima yang merupakan bagian dari festival obon untuk menyambut arwah para leluhur yangdipercaya kembali kedunia, dan biasanya diselenggarakan mulai bulan Juli sampai Agustus.


Awa merupakan nama daerah di Prefektur Tokushima, yang berada di Pulau Shikoku, dan tarian Awaodori, sejarahnya hampir 600 tahun yang dimulai pada tahun 1587 ketika itu Daimyo Iemasa Hachisuka merayakan peresmian puri Tokushima, dan membagikan minuman sake kepada warga sekitar, yang setelahnya mulai mabuk dan menari dengan riang.


Awaodori mulai ikut serta dalam kemeriahan di Little Tokyo mulai tahun 2012, namun penampilan tahun ini diharapkan lebih bagus karena pada tahun 2014 silam, telah didatangkan pelatih Awaodori langsung dari Prefektur Tokushima.


"Tahun ini 18 orang penari akan membawakan Awaodori, yang merupakan gabungan antara warga Indonesia dan Jepang, diharapkan penampilannya akan lebih baik lagi dibanding tahun sebelumnya karena sudah mendapat pelatihan langsung dari Tokushima," ujar Nakatsuna Hiroyuki, penanggung jawab tim Awaodori.


Tak ketinggalan arak-arakan Mikoshi juga kembali tampil di Blok M , yang kali ini menghadirkan lima jenis secara bersamaan yakni tekomai yang dipanggul 8 orang, kodomo dipanggul 30 anak, onna dipanggul 60 orang, otoko dipanggul sekitar 100 orang, dan dashi dipanggul sekitar 20 orang.


Dari lima mikoshi yang tampil selama berlangsungnya Ennichisai 2015, dua diantaranya dibuat di Indonesia, yakni kodomo dibuat di Tasikmalaya dan dashi di Jakarta.


"Arak-arakan Mikoshi akan tampil enam kali, yang rutenya dimulai dari Blok M Square menuju arah panggung utama dan kemudian putar balik lagi ke arah awal, yang waktunya diperkirakan selama satu jam," ungkap Kotera Nobuyuki dari Jakarta Mikoshi Ren.


Sementara untuk tarian Eisa tahun ini diperkirakan semakin meriah dengan hadirnya dua orang penari senior Eisa dari Prefektur Okinawa,Tamashiro Yuki dan Uechi Mizuki dari kelompok Eisa Kobudo Taiko Shudan Kajimai, yang sebelumnya pernah mengajarkan tarian Eisa ke kelompok Kita Umaku Eisa Shinka Indonesia pada tahun 2006.