Tokyo Ska Paradise Tampil Pertama Kali di Java Jazz 2016

Tokyo Ska Paradise Tampil Pertama Kali di Java Jazz 2016(Jakarta) Tokyo Ska Paradise Orchestra, yang merupakan band pengusung aliran musik ska utama di Jepang, tampil untuk pertama kalinya di ajang Jakarta International Java Jazz Festival 2016, dan selama dua hari aksi band dengan personil tiga orang yakni drummer Motegi Kinichi, Yanaka Atsushi pada saksofon bariton, dan gitaris Kato Takashi dipanggung MLDSpot Hall dan Outdoor Stage berhasil memukau banyak pengunjung.


Ini merupakan kali keempat Tokyo Ska Paradise Orchestra, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Skapara di Jepang, tampil di Indonesia. Pertama kalinya mereka tampil yakni sekitar 20 tahun silam, dan yang kedua pada saat berlangsungnya ajang Sounds Fair Music and Art Festival di Jakarta Covention Center pada bulan Oktober 2014, dan yang terakhir di ajang “Japan Night” tahun 2015 silam.


Selama tampil di Java Jazz 2016, Skapara menampilkan total 13 lagu seperti “Godfather”, “Ai no Theme” dan “Hi no Tama Jive”.


Ketika ditanya mengenai kesannya terhadap Indonesia dalam kesempatan wawancara pada Jumat (04/03), Mogi menjelaskan. “Setiap kali datang kemari saya merasakan semangat yang meningkat. Selain itu antusiasme penikmat musik di Indonesia terhadap karya kami juga semakin besar, dan itu bisa menjadi cara untuk berkomunikasi dengan orang di negara ini.”


Selanjutnya Yanaka menambahkan, “Jamaika merupakan asal mula musik Ska dan Skapara mewarisi DNA jenis musik ini. Dan saya selalu merasa Ska merupakan genre musik jazz yang paling bisa dinikmati sambil menari.”


Lebih lanjut Yanaka mengungkapkan bahwa dirinya saat berkunjung ke Indonesia sekitar 20 tahun silam pernah mendengar musik dangdut yang sangat populer dan menurutnya hampir mirip dengan musik Ska. Dalam album Fantasia yang dirilis tahun 1994, salah satu lagu yang berjudul Black Swan Lake, memasukkan elemen dangdut didalamnya.


Sedangkan Kato menyatakan, “Diharapkan dengan menyerap banyak musik Indonesia maka hubungannya bisa semakin erat dan selanjutnya bisa memudahkan komunikasi dengan para penikmat musik.”


Mogi menambahkan dirinya mengharapkan penggemar Skapara akan semakin bertambah di Indonesia. “Saya melihat ada banyak minat dan selanjutnya kami ingin melaksanakan pertunjukan sendiri.”


Tokyo Ska Paradise Orchestra yang berdiri sejak tahun 1989, memulai debutnya pada tahun 1990, dan saat ini memiliki 9 orang personil aktif. Pada bulan Maret 2015 silam, dalam rangka perayaan 25 tahun berkarya, Skapara merilis all-time best album bertajuk “The Last” yang merupakan rekaman live dari pertunjukannya di Nippon Budokan delapan tahun silam.