Dampak Tarif Listrik Naik Tahun 2013, Daya Saing Indonesia Turun & Picu Inflasi
Selasa, 02 Oktober 2012 00:41
(JAKARTA-Indonesia) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Senin (17/09) dua pekan silam menyetujui usulan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menaikkan tarif listrik sebesar 15 persen, yang berlaku mulai tahun 2013.
Dalam rapat kerja Pembahasan dan Penetapan Asumsi Dasar Subsidi Listrik, Komisi VII DPR, yang menangani masalah energi, mendukung rencana pemerintah untuk menaikkan tarif listrik tahun depan, guna membantu Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperluas jaringan dan kapasitasnya, serta menambah jumlah rumah tangga yang mendapat aliran listrik.
Namun sektor bisnis di Indonesia menilai, rencana pemerintah untuk menaikkan tarif listrik tahun depan akan menurunkan daya saing Indonesia, dan memicu inflasi.
Ade Sudrajat Usman, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), menyatakan kenaikan tarif listrik akan berdampak pada turunnya ekspor tekstil, yang sudah lumpuh akibat berkurangnya permintaan global.
Sementara Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofjan Wanandi menjelaskan, sektor usaha masih bisa mentoleransi kenaikan sekitar 10 persen, namun lebih dari itu, akan memicu kenaikan harga gas dan gaji.
"Industri padat karya seperti tekstil, kaca, dan lainnya makin berat menjalankan usahanya jika kenaikan tarif listrik hingga 15%, belum lagi persaingan utama dari barang-barang impor yang makin membanjiri pasar Indonesia dengan harga yang jauh lebih murah," ungkap Sofjan.
Sedangkan Citibank pada Senin (24/09) pekan silam, memproyeksikan outlook ekonomi Indonesia tahun 2013 suram, dipicu kemungkinan meningkatnya inflasi akibat kenaikan tarif listrik, dan masih berlanjutnya krisis ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat yang terus menekan neraca perdagangan Indonesia.
Dalam laporan riset yang dirilis Citibank, pertumbuhan ekonomi Indonesia di revisi menjadi 6,1 persen dibanding sebelumnya yang 6,3 persen, jauh lebih rendah dibanding asumsi pertumbuhan yang dirilis Pemerintah Indonesia di kisaran 6,8 sampai 7,2 persen.
Menurut laporan Citibank, kemungkinan inflasi meningkat bisa mencapai 5 persen, yang dipicu kenaikan tarif listrik. (Arry)