IJEPA Naikkan Ekspor Tekstil Indonesia
Jumat, 11 Januari 2013 00:15
(JAKARTA – Indonesia) Penerapan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang membebaskan bea masuk barang di kedua negara ternyata berimbas positif pada melonjaknya ekspor tekstil Indonesia ke Jepang sebesar 70 persen.
Ketua umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengatakan, “Peningkatan nilai ekspor tekstil terjadi sejak diterapkan IJEPA pada 2008. Sepanjang Januari hingga November2012, ekspor tekstil Indonesia ke Jepang meningkat 16,3 persen hingga mencapai 91,9 miliar yen (Rp10,2 triliun).”
Meskipun naik, porsi ekspor Indonesia masih di bawah dua persen, jauh di bawah Cina yang memasok 90 persen kebutuhan tekstil Jepang. IJEPA memang memberi kemudahan bea masuk nol persen, namun pada akhirnya harga jual tetap menentukan dalam persaingan bisnis. Akibat letak geografis yang jauh, Indonesia kalah bersaing karena tingginya biaya logistik.
Cina dan Vietnam mendapat keuntungan karena secara geografis letaknya lebih dekat dengan Negeri Sakura, sehingga bisa menekan biaya transpor. Indonesia menempati posisi keempat eksportir utama ke Jepang, di bawah Cina, Vietnam, dan Italia. Walau jauh dari Jepang, Italia berhasil meraih posisi tinggi karena menjual komoditas berupa fesyen kelas atas
Ade menambahkan, “API berharap dapat meningkatkan ekspor tekstil hingga 10 persen dalam dua tahun ke depan.”
Agar dapat mencapai target yang ditetapkan, API menyiapkan langkah-langkah yakni mengundang investor Jepang lebih banyak ke dalam negeri. Strategi promosi juga digencarkan melalui upaya mendapat akses pameran di Jepang lebih banyak.
Meski telah ada fasilitas IJEPA, produsen masih banyak yang memilih menjual tekstil ke Amerika dan Eropa karena nilainya yang besar dan standar barang yang lebih longgar dari Jepang. Tahun lalu penjualannya mencapai 12,6 US dolar (Rp126 triliun), kenaikan sebesar enam persen menjadi Rp132 triliun diharapkan pada 2013.
Industri tekstil menyumbang 1,9 persen pendapatan nasional pada 2010 dan mampu menyerap 1,3 juta tenaga kerja (BN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
Memo Bisnis
| Toyota Mulai Produksi NAV1 18/01/2013 |
| artikel lainnya |
