Pendeta Indonesia Ringankan Beban Korban Tsunami di Iwate
Kamis, 17 Januari 2013 00:29
(IWATE) Bencana gempa dan tsunami di daerah Tohoku pada 11 Maret 2011 silam, tidak hanya menyisakan kepedihan bagi warga Jepang, tapi juga bagi para warga asing yang tampaknya lebih sulit melupakan trauma pasca bencana karena perbedaan budaya dan bahasa, sehingga membutuhkan orang yang benar-benar memahami mereka.
Hal inilah yang mendorong Antonius Harnoko (42 tahun), pastur asal Indonesia memutuskan untuk menetap bersama warga Filipina yang mengungsi akibat bencana 11 Maret di Ofunato, Prefektur Iwate.
“Saya akan menetap disini dan mendengarkan keluh kesah mereka,” ujar Antonius, yang juga fasih berbahasa Tagalog.
Antonius datang ke Jepang pada tahun 1998, untuk menjadi pastur di Tokyo dan Osaka setelah menyelesaikan studi Teologinya di Filipina. Tidak lama setelah bencana 11 Maret, dirinya memohon untuk dipindahtugaskan ke daerah Tohoku, dari tempat tinggalnya di Prefektur Hyogo.
“Saya kadang pulang sebentar ke Indonesia. Pada tahun 2004, saat terjadi tsunami Aceh, kebetulan saya sedang ada di Indonesia, namun tidak dapat melakukan apa-apa selain mendoakan para korban,” ujar Antonius. “Penyesalan karena tidak dapat melakukan apa-apa saat tsunami Aceh, menjadi alasan utama meminta untuk dipindahtugaskan.”
Tidak lama setelah dipindahtugaskan, Antonius menggelar Misa pertamanya di Sukagawa Prefektur Fukushima dengan menggunakan bahasa Tagalog. Saat itu gereja di Ofunato rusak akibat gempa dan tsunami.
Tidak hanya di Ofunato, di akhir pekan Antonius juga mengunjungi Prefektur Aomori, Miyagi dan Fukushima untuk melaksanakan Misa dalam bahasa Tagalog, serta berbincang-bincang dengan sejumlah jemaat, mendengarkan keluh kesah mereka.
Nama Antonius semakin dikenal di kalangan warga Filipina di Jepang, bahkan setiap pekannya banyak yang mengikuti Misa di Ofunato, karena merasa nyaman dapat berbahasa Tagalog, seperti di negara mereka sendiri.
“Rasanya sangat senang dapat mendengar keluh kesah mereka, saya ingin terus disini berguna bagi orang sekitar,” ujar Antonius. (AN/KN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
Tabloid
>> Memo Bisnis
| Komatsu Luncurkan Forklift Seri Baru 01/03/2013 |
| artikel lainnya |
>> Sosial & Pendidikan
| Mazda Salurkan Bantuan Rp 32 Juta Melalui PMI 28/02/2013 |
| artikel lainnya |
>> Gaya Hidup & Hiburan
| Sajian Spageti a la Negeri Sakura 02/03/2013 |
| artikel lainnya |
Karir
| Kaizen & Lean Senior Manager ~ Asian Agri 27/02/2013 |
| lowongan lainnya |
