Enix, Raih Kesuksesan Bisnis Game dengan Alih Daya
Kamis, 25 April 2013 00:19

(JAKARTA) Final Fantasy, Tomb Raider dan Dragon Quest adalah judul game dari Square Enix yang sangat populer dan bertahan cukup lama di kalangan penggemar game. Di balik kesukesan perusahaan ini ada nama Fukushima Yasuhiro yang menerapkan strategi alih daya dan pemberian royalti untuk pengembangan produknya.
Fukushima merupakan seorang arsitek yang kemudian menjadi wirausahawan. Awal kiprah bisnisnya dimulai dengan pendirian perusahaan bernama Enix pada 1975. Usahanya bergerak di bidang penerbitan tabloid iklan perumahan, namun tak bertahan lama karena gagal berkembang. Tahun 1982, Fukushima memutuskan beralih ke bidang game dengan mengadakan kontes pemrograman game komputer.
Salah satu pemenangnya adalah ‘Love Match Tennis’ buatan Horii Yuji. Enix kemudian meluncurkannya sebagai game pertama perusahaan. Tahun-tahun berikutnya, perusahaan Fukushima ini menerbitkan beberapa judul game untuk komputer rumahan.
Alih-alih mengembangkan game sendiri, Enix terus melakukan alih daya produksi ke pengembang lain melalui sistem royalti. Game paling terkenal yang pernah diterbitkan adalah serial ‘Dragon Quest’ hasil karya Chunsoft. Game jenis Role Playing Game (RPG) ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada 1986 dan berhasil terjual 1,5 juta kopi, membuatnya menjadi waralaba paling menguntungkan.
Selain di bidang game, mulai 1991 Fukushima mengarahkan Enix untuk menerbitkan manga dari majalah bulanan Monthly Shonen Gangan. Enix terus menjalin hubungan dengan lebih banyak developer game dan menerbitkan banyak judul game untuk beragam konsol.
Sementara itu pesaingnya, Square yang sukses dengan serial game Final Fantasy mengalami kerugian besar akibat film pertamanya, ‘Final Fantasy: The Spirits Within’ gagal di pasaran. Square kehilangan lebih dari USD120 juta. Kejadian ini membawa Square bergabung dengan Enix dan kemudian menjadi Square Enix pada 2003. Fukushima menjadi pimpinan kehormatan dan menjadi pemegang saham terbesar.
Square Enix kemudian melanjutkan serial game Final Fantasy, mengakuisisi beberapa pengembang sembari menerbitkan game baru. Judul game populer yang sukses di pasaran seperti Deus Ex, Tomb Raider dan Legacy of Kain. Model bisnis perusahaan Square Enix tak terbatas pada platform game tunggal, namun diaplikasikan ke berbagai media. Sebagai contoh, kesuksesan manga Fullmetal Alchemist dibawa ke serial animasi, novel dan video game.
Kesuksesan perusahaan menempatkan Fukushima pada posisi 50 besar orang terkaya di Jepang. Pria berusia 65 tahun ini menurut Forbes, April 2013 berada pada posisi ke 45 orang terkaya di Jepang dengan total kekayaan Rp5,65 triliun.
| < Sebelumnya |
|---|
