Fast Retailing Berencana Buka Lebih Banyak Gerai Uniqlo di Mancanegara [13/10-11:18]

(Tokyo-Jepang) Fast Retailing Co, pengelola jaringan gerai toko pakaian kasual Uniqlo, Rabu (12/10) menyatakan akan mempercepat pembukaan gerai baru di luar Jepang, dan sampai bulan Agustus 2015 menargetkan lebih banyak penjualan di luar negeri daripada di Jepang.

Untuk mencapai target ini, Fast Retailing berencana membuka gerai baru dengan laju tahunan mencapai 200 sampai 300 di Asia, termasuk Cina, dan telah memutuskan untuk mendirikan perusahaan patungan di Filipina untuk membuka gerai Uniqlo di negara-negara Asia Tenggara.

Fast Retailing juga sedang mempertimbangkan memasuki sejumlah negara seperti Indonesia, India, Australia, dan Vietnam, ungkap Presiden Direktur dan Presiden Komisaris Fast Retailing Yanai Tadashi saat konferensi pers di Tokyo.

"Kami akan menjadi nomor 1 di Asia, dan selanjutnya nomor 1 di dunia," ungkap Yanai, sambil menambahkan perusahaan menargetkan dapat membukukan penjualan senilai 5 triliun yen dalam 10 tahun.

Selain itu, Fast Retailing juga merilis penerimaan tahun ini sampai bulan Agustus, dan menyatakan laba bersih perusahaan anjlok 11,9 persen dibanding tahun 2010 menjadi 54,35 miliar yen, yang merupakan penurunan pertama dalam empat tahun terakhir karena lesunya kinerja perusahaan di Jepang.

Fast Retailing juga mengungkapkan, laba operasi perusahaan turun 12,1 persen menjadi 116,37 miliar yen, sementara nilai penjualan sebesar 820,35 miliar yen, atau naik 0,7 persen.

Fast Retailing menyatakan, laba operasi di Jepang pada periode September-Februari anjlok 16,8 persen dipicu lesunya penjualan busana musim gugur, dan kurangnya produk yang populer.

Pada semester dua tahun fiskal 2010, bisnis perusahaan terkena dampak kenaikan harga katun.

Sementara laba operasi di mancanegara naik 40,6 persen dibanding tahun fiskal sebelumnya menjadi 8,9 miliar yen, namun tidak mencapai target 10 miliar yen, karena penguatan yen.

Fast Retailing menyatakan telah meningkatkan jumlah gerai Uniqlo di Cina, Korea Selatan, dan Taiwan, serta ditujukan untuk menambah jumlah gerai di luar negeri menjadi 288, naik dari akhir tahun 2010 yang sebanyak 181. (KN/Arry)