Pioneer Buka Kantor Perwakilan di Jakarta
Jumat, 09 November 2012 11:00
(Jakarta-Indonesia) Pioneer, produsen elektronik yang berkantor pusat di Prefektur Kanagawa, mendirikan kantor perwakilan di Wisma 46, Jakarta Pusat, Oktober silam guna meningkatkan dukungan terhadap distributor tunggal Indonesia serta memperkuat bisnis di Asia Tenggara.
Sejak 1975, produk Pioneer di Indonesia didistribusikan PT Adab Alam Electronic, dengan mengimpor produk dari negara-negara di Asia yang memiliki pabrik lokal, seperti Jepang, Malaysia, China, dan Thailand.
“Sebelumnya, distributor Indonesia selalu berhubungan dengan kantor pusat regional di Singapura, namun mempertimbangkan komunikasi yang cukup jauh serta biaya yang dikeluarkan, selain itu melihat pasar Indonesia yang sedang berkembang, khususnya bisnis otomotif, sehingga kami ingin lebih fokus memberikan dukungan dengan membuka kantor perwakilan di sini”, ungkap Jun Murakami, , Chief of Pioneer Representative Office Indonesia.
Rencananya, kantor perwakilan ini akan menangani urusan marketing dan negosiasi dengan perusahaan lain, sementara PT Adab Alam Electronic tetap mengambil alih penjualan dan distribusi.
Henry Darmawan, Sales Manager PT Adab Alam Electronic mengungkapkan, market share Pioneer di Indonesia, khususnya audio mobil dan DJ product menempati posisi teratas di pasar Indonesia dengan harga yang kompetitif dari pesaing-pesaingnya.
“Kami tidak bermain di harga, semua mengikuti kebijakan kantor pusat. Namun saat ini, Pioneer menempati posisi teratas dalam bisnis audio mobil after market. Kami juga telah bekerjasma dengan beberapa perusahaan produsen mobil Jepang”, ujarnya.
Murakami menambahkan, di Asia Tenggara, penjualan otomotif Indonesia menempati urutan teratas, sehingga peluang bisnis audio mobil semakin terbuka lebar.
Berdasarkan data Kementrian Perindustrian, penjualan mobil di Indonesia tahun 2011, meningkat 17 persen menjadi 894,180 unit, dan diperkirakan tahun 2012 akan naik sekitar 3 hingga 4 persen.
Saat ditanya rencana bisnis tahun depan, Murakami menyatakan Pioneer akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan Environment Management System (EMS) lokal, yang akan didanai guna menjalankan kegiatan produksi pertama di dalam negeri sekaligus meningkatkan kapasitas produksi Pioneer di Asia.
“Ini masih rencana, dan kami masih mencari perusahaan lokal. Mudah-mudahan kuartal II tahun depan sudah mulai produksi”, tuturnya. (AV/JS/KP)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
