19 Produsen Makanan Jepang Segera Masuk Indonesia
Jumat, 28 Desember 2012 00:29
(JAKARTA-Indonesia) Di tengah kehadiran beragam kuliner mancanegara di Indonesia, makanan dan minuman Jepang menunjukkan tren peningkatan peminat sebagaimana tercermin dari rencana 19 perusahaan Jepang di industri makanan dan minuman ringan untuk memasuki pasar Indonesia pada 2013.
Ke-19 perusahaan, yang mendapatkan dukungan dari Mitsubishi Tokyo UFJ Bank ini, rencananya akan bermitra dengan 13 perusahaan Indonesia, baik untuk proses produksi atau pun pemasaran produk. Diprediksi dalam beberapa tahun mendatang akan lebih banyak lagi produk makanan dan minuman Jepang yang meramaikan pasar Indonesia.
Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Japan External Trade Organization (JETRO) Tomiyoshi Kenichi dalam suatu kesempatan menyatakan,“Belakangan tidak hanya perusahaan otomotif, namun juga perusahaan industri makanan dan minuman ringan dari Jepang menyatakan rencana menjajal pasar Indonesia.”
Sepanjang 2012, tercatat adanya sejumlah perusahaan industri makanan dan minuman Jepang yang mulai aktif memperkenalkan produknya pada warga Indonesia. Salah satunya dengan berperanserta dalam “Pertemuan Bisnis Kuliner” yang diselenggarakan Vox Trading di Hotel Mulia, belum lama ini.
Dalam pertemuan tersebut, sekitar 50 orang perwakilan dari 30 perusahaan datang memperkenalkan produknya, mulai dari Miso (fermentasi kedelai khas Jepang), Shoyu (kecap asin Jepang), teh kesehatan, susu sapi, hingga jamur Shitake, dan berharap dapat memasarkan produknya di Indonesia.
Bahkan ada juga perusahaan yang telah memperoleh sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga menepiskan kekhawatiran warga Muslim untuk menyantapnya.
Salah satunya perusahaan pemotongan daging sapi Zenkai Meat. Perusahaan asal Kumamoto ini bahkan menjadi perusahaan pertama di Jepang yang memperoleh sertifikat halal karena telah menerapkan proses pemotongan terpisah untuk daging sapi dan babi.
Sementara Kanematsu Corporation, perusahaan pemasok bahan mentah khusus untuk supermarket dan restoran, juga telah memperoleh sertifikat halal dari MUI, dan siap memasarkan produknya bekerjasama dengan Macroprima Panganutama, mulai 2013 mendatang.
“Permintaan terhadap produk makanan dan minuman Jepang terlihat meningkat dari tahun ke tahun, saya rasa di masa depan akan lebih banyak lagi produk makanan dan minuman Jepang dengan label halal di Indonesia,” ujar Tomiyoshi. (AN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
