Industri Otomotif Dorong Ekspansi Perusahaan Komponen di Jawa Barat
Kamis, 10 Januari 2013 00:15
(JAKARTA - Indonesia) Melonjaknya penjualan otomotif nasional ikut membawa berkah bagi industri pendukungnya. Permintaan yang tinggi mendongkrak produksi suku cadang dan mendorong produsen komponen untuk memperluas usahanya.
Hampir seluruh ekspansi usaha berlokasi di Karawang, Cikarang dan Bekasi, kawasan dengan jumlah pabrik mobil dan sepeda motor yang besar. Pemilihan lokasi ini dimaksudkan untuk menekan biaya transportasi dan meningkatkan efisiensi waktu.
Sepanjang 2012 tercatat sejumlah pabrik meningkatkan investasi termasuk PT Musashi Auto Parts Indonesia yang menggelontorkan US$ 8 juta untuk perluasan pabrik dan peningkatan produksi
Beberapa perusahaan bahkan membangun pabrik baru. Salah satunya, PT Denso Indonesia, perusahaan komponen elektronik untuk mobil ini telah mulai pembangunan pabrik ketiganya Desember tahun lalu. Pabrik di kawasan industri MM2100, Bekasi, ini ditargetkan memenuhi pasokan suku cadang kontrol mesin dan komponen elektronik.
Selain itu ada PT Tuffindo Nittoku Autoneum, produsen karpet dan insulator mobil yang menanamkan US$13 juta untuk pabrik, juga PT Tokai Rubber Auto Hose Indonesia (TRAHI), produsen selang karet dan resin untuk mobil dan sepeda motor yang membangun pabrik baru di Cikarang, Jawa Barat.
Bahkan Uyemura Co Ltd., bermaksud menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kedua di luar Jepang setelah Thailand dengan mendirikan pabrik di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat.
Pergerakan pasokan suku cadang yang masif mengimbas pula pada naiknya layanan distribusi dan logistik untuk menyalurkan produk antar perusahaan. Terdapat dua perusahaan yang memanfaatkan peluang ini yakni PT Vantec Indomobil Logistics dan PT Nippon Express yang beroperasi di Karawang.
Jika kondisi ekonomi terus stabil, tahun ini mungkin akan lebih banyak lagi ekspansi pabrik komponen akan terjadi, terutama menyusul maraknya wacana tentang Low Cost Green Car (LCGC) yang mewajibkan kandungan komponen lokal sebesar 80%. (BN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
