Arimura-ya Produksi Satsuma Age di Bekasi
Jumat, 08 Maret 2013 00:19
(JAKARTA) Semakin populernya makanan Jepang bagi orang Indonesia membuat Arimura-ya Co., Ltd, perusahaan asal Kagoshima memproduksi Satsuma Age (makanan olahan ikan, biasa digunakan pada Oden) di Bekasi.
Arimura, produsen Satsuma Age baru-baru ini memperingati 101 tahun pendiriannya dengan memulai operasi di Bekasi, Jawa Barat. Perusahaan ini mengolah surimi (olahan setengah jadi dari lumatan daging ikan) dari Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan domestik, juga ditujukan untuk ekspor ke pasar AS dan Australia.
Arimura melakukan kerjasama pendistribusian dengan perusahaan grosir makanan Jepang, Masuya.
Arimura-ya juga berusaha mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), agar produknya dapat dijual di seluruh Indonesia.
Hingga sekarang, cita rasa Satsuma Age telah cukup populer. Arimura-ya telah mengekspor 100 ton tiap tahun ke AS, Taiwan dan Singapura. Pabrik di Indonesia akan diposisikan untuk memasok pasar AS dan Australia. Seperti di Jepang, pabrik di Bekasi ini juga memperoleh standar higienis internasional, HACCP. Targetnya memproduksi dua ton tiap hari.
Sejarah Arimura di Indonesia bermula awal 1980an. Produk Arimura diimpor ke Indonesia dan dijual di Hero sekitar tahun 1985 sekitar 120 yen.
Tahun 1986, dengan meningkatnya permintaan, direncanakan untuk memproduksi Satsuma Age di Cimanggis, Jawa Barat dengan bahan baku surimi diimpor dari Jepang.
Awalnya pada tahun 1991, akan dibuat pabrik dengan bahan baku lokal. Namun meninggalnya presiden direktur Hero membatalkan rencana itu. Pabrik Hero juga mengalami kebakaran pada 1993 sehingga usaha Arimura di Indonesia kolaps.
Kini produksi di Indonesia dilanjutkan lagi dengan distribusi melalui ‘Papaya’, supermarket dari Grup Masuya. Ke depannya akan memperluas pemasaran hingga ke supermarket kelas premium, Food Hall.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
