Riset Nokodai : Sampah Plastik Mikro Naik Drastis di Abad 21
Rabu, 03 Agustus 2016 18:24
(Tokyo) Akumulasi sampah plastik pada endapan laut telah meningkat drastis di seluruh dunia pada abad ke-21, ungkap hasil riset terkini mengenai sampah plastik mikro yang dipimpin Takada Hideshige, Profesor di Tokyo University of Agriculture and Technology atau Nokodai.
Konsentrasi plastik mikro, yang didefinisikan sebagai partikel plastik dengan ukuran sampai 5 milimeter, lebih tinggi pada endapan dibanding dengan air laut, yang menimbulkan kekhawatiran hal itu dapat berdampak pada organisme hidup di bawah dan di dasar laut.
“Endapan menjadi tempat penumpukan plastik mikro. Saat ini sangat mendesak untuk menangani situasinya dengan segera mengurangi penggunaan plastik,” ujar Takada akhir Juli silam.
Partikel plastik mikro diyakini berasal dari sampah seperti kantong dan kontainer plastik yang hancur akibat dorongan ombak dan sinar ultraviolet, serta dari unsur mikro yang digunakan pada kosmetik dan pasta gigi yang menyerap bahan kimia berbahaya itu dan dapat terkonsentrasi dalam burung atau ikan yang memakannya.
Dalam riset itu, Takada mengkaji sampel endapan yang dikumpulkan dari dasar laut dan lokasi lainnya, termasuk Tokyo, Asia Tenggara dan Afrika.
Sementara dari parit Istana Kekaisaran di Tokyo, ditemukan hampir 80 partikel plastik mikro per 10 gram lumpur, yang tampaknya merupakan akumulasi sejak tahun 2000. Namun pada lumpur yang berasal dari tahun 1950 hanya didapati 10 partikel saja, dan yang sebelum tahun 1900 sama sekali tidak mengandung partikel plastik mikro.
Menurut Takada, plastik mikro kemungkinan terbawa dari tanah kedalam parit oleh air hujan, atau berasal dari fragmen plastik yang lebih besar dan selanjutnya tercerai berai didalam air.
Tim riset yang dipimpin Takada juga menemukan bahwa lebih banyak partikel plastik mikro yang berada pada endapan yang dekat dengan permukaan dasar laut di kawasan pantai Afrika Selatan, Thailand, Malaysia dan Vietnam, meski rincian mengenai usia endapan masih belum ditentukan.
Sebagai contoh, di pantai Durban, Afrika Selatan, jumlah plastik mikro empat kali lebih besar di dalam lumpur pada kedalaman 2.5 sampai 5 sentimeter dibandingkan pada kedalaman antara 20 sampai 22.5 sentimeter.
Hasil riset mengisyaratkan lingkungan laut di seluruh dunia lebih banyak terkontaminasi pada abad ini.
Plastik mikro sering mengambang di dalam air, namun tidak dapat tenggelam karena selalu ditempel organisme mikro dan akhirnya berakumulasi didalam lumpur.
Selain itu, menurut hasil riset, tingkat kepadatan partikel plastik mikro pada sampel endapan di Teluk Tokyo, yang diambil pada tahun 2012, lebih tinggi dibanding dalam air laut.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
