Topan Nomor 19 Hantam Honshu, Lebih 60 Orang Cedera

(Tokyo) Badai topan nomor 19 tiba di Pulau Honshu, pulau terbesar dan utama di Jepang, pada Senin malam setelah pada pagi harinya terlebih dahulu mengakibatkan hujan lebat dan angin kencang di sepanjang lintasannya dan mencederai lebih dari 60 orang, ungkap Badan Meteorologi.


Badai topan nomor 19 atau juga disebut Vongfong, tampaknya akan melanjutkan perjalanannya sampai Selasa, dan akhirnya mengarah ke bagian timur laut Jepang, yang setelah itu tekanannya akan melemah.


Badan Meteorologi merilis peringatan badai topan ini akan mengakibatkan angin kencang dan hujan di wilayah Timur dan Utara sampai Selasa, dengan curah hujan 80 milimeter atau lebih diperkirakan terjadi pada bagian pantai Pasifik Jepang.


Menurut pejabat Badan Meteorologi, pada pukul 8 malam hari Senin, tekanan atmosfir di pusat badai sebesar 980 hektopaskal, dan kecepatan angin 144 kilometer per jam yang mengarah ke timur laut.


Berdasarkan data yang didapat Kyodo News, lebih dari 60 orang cedera. Dan satu orang yang sedang memancing di Prefektur Shizuoka hilang ditelan ombak pada Minggu malam.


Pada Senin pagi dikeluarkan peringatan evakuasi bagi 100.000 warga Prefektur Kochi, untuk bersiap menghadapi kemungkinan tanah longsor dan bencana lainnya.


Sementara sekitar 660 penerbangan di tunda, dan penghentian sementara layanan kereta. West Japan Railway membatalkan semua layanan kereta komuter di Osaka dan daerah sekitarnya ketika badai topan mulai mendekat pada Senin petang.


Badai topan tiba di Pulau Kyushu sekitar pukul 8 pagi, di dekat kota Makurazaki, Prefektur Kagoshima, dan selanjutnya berjalan melintasi Pulau Shikoku dan sampai di Pulau Honshu, yakni di dekat Prefektur Osaka pada pukul 8 malam.


Total curah hujan dari badai topan melampui 500 milimeter di kota Misato dan 400 milimeter di kota Nobeoka, keduanya di Prefektur Miyazaki, Pulau Kyushu.