PTPN X & NEDO Bangun Pabrik Bioetanol di Mojokerto

(SURABAYA) Keterbatasan bahan bakar fosil membuat bioetanol menjadi salah satu alternatif sebagai sumber energi. Guna mengembangkannya, PT Perkebunan Nusantara X bersama The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang bekerjasama membangun pabrik bioetanol di kompleks Pabrik Gula Gempolkerep, Mojokerto, Jawa Timur.


“Skema pendanaan untuk pabrik etanol ini terdiri dari dana internal PTPN X sebanyak Rp311,21 miliar. Jumlah tersebut ditambah dengan dana hibah dari NEDO Jepang sebesar Rp150 miliar,” demikian diungkapkan Subiyono, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X), Sabtu (08/06) silam.


NEDO adalah lembaga riset pemerintah Jepang yang membantu pengembangan energi terbarukan dan teknologi konservasi energi, dengan mengajak kerjasama antara pihak swasta Jepang dan negara lain.


Pada pengembangan pabrik ini, NEDO bekerjasama dengan Tsukushima Kikai, perusahaan Perencanaan, desain, manufaktur, pemasangan, manajemen perawatan dan perbaikan mesin kimia dan sistem untuk industri berbasis di Tokyo. Selain itu juga dengan Sapporo Engineering, sebuah perusahaan kontraktor industri.


Pabrik baru ini dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektar dan memiliki kapasitas produksi mencapai 33 kiloliter tiap tahun. Bahan bakunya memanfaatkan limbah industri gula (molases) sehingga tidak mengganggu pasokan untuk produksi gula. Bioetanol yang dihasilkan di pabrik ini akan mempunyai fuel grade dengan tingkat kemurnian 95 persen. Artinya, produk etanolnya sangat ramah lingkungan.

Sjamsul Basuki Joedho, humas PTPN X pada Senin (17/06) menyatakan, "Pabrik ini sudah selesai dan bulan Agustus akan run. Untuk operasionalnya akan dilakukan sendiri oleh tenaga ahli PTPN. Kini sedang menjajaki penjualan ke Pertamina."


Hasil produksinya selain dijual untuk campuran bahan bakar, juga sebagai bahan baku industri kimia hilir. Proyek NEDO–PTPN X diharapkan bisa menjadi model dalam pembangunan pabrik serupa lainnya di Indonesia.


Negara-negara lain sudah lebih dahulu memanfaatkan bioetanol sebagai sumber energi misalnya Brazil dimana sekitar 18 persen kebutuhan energi dipasok dari bahan bakar nabati berbasis tebu. Ada pula India yang mampu menghasilkan listrik 30 MW dan etanol 120 kiloliter per hari.


PTPN X saat ini mengelola sebelas pabrik gula, tersebar di Tulungagung, Kediri, Mojokerto, Nganjuk, dan Sidoarjo. Tahun 2012, produksi gula PTPN X mencapai 494.000 ton.