Militer Jepang dan AS Latihan Bersama tanpa Osprey
Jumat, 07 Februari 2014 16:26
Pasukan bela diri Jepang melaksanakan latihan gabungan penanganan bencana bersama pasukan Amerika Serikat di Prefektur Kochi, tanpa menggunakan pesawat angkut rotor ganda MV-22 Osprey yang biasanya dioperasikan Korps Marinir Amerika Serikat yang direncanakan mengambil bagian dalam latihan.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, Pesawat angkut Osprey tidak diikutsertakan karena kondisi cuaca dan jarak pandang buruk. Osprey merupakan pengangkut pasukan tempur yang lepas landas dan mendarat seperti helikopter tetapi melaju seperti pesawat terbang pada umumnya, dan di Jepang hanya di ditempatkan pangkalan udara Marinir Futenma di Ginowan, Okinawa Prefektur.
Kehadiran Osprey di pangkalan Amerika Serikat di area pemukiman padat penduduk telah menarik kritik tajam dari masyarakat setempat, yang khawatir mengalami kecelakaan, setelah melihat track record rentetan insiden di luar negeri yang melibatkan Osprey selama bertahun-tahun.
Pemerintah Jepang mentargetkan perluasan misi latihan MV-22 diluar Okinawa sebagai bagian dari upaya mengurangi beban masyarakat di Prefektur pulau paling selatan sebagai tuan rumah pangkalan.
Latihan gabungan pada Jumat, dilaksanakan berdasarkan skenario gempa bumiberskala 9.1 dan menimbulkan gelombang pasang setinggi 30 meter yang menghantam pantai Prefektur Kochi Pulau Shikoku, berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik.
Pesawat Osprey biasanya digunakan untuk mengangkut tim penyelamat Pasukan Darat Bela Diri dari pangkalan udara Marinir di Iwakuni, Prefektur Yamaguchi, dan para korban yang selamat dari tsunami diangkut melalui udara menuju pangkalan Pasukan Udara Bela Diri Tsuiki di Prefektur Fukuoka.
Awalnya, latihan penanganan bencana bersama Jepang dan Amerika Serikat yang melibatkan pesawat Osprey direncanakan pelaksanaannya Oktober tahun lalu, tetapi dibatalkan karena ancaman taifun yang mendekat.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
| BERITA KEBIJAKAN & KERJASAMA LAINNYA |
