9 Mahasiswa Ikut Rombongan Pertama Program Jenesys 2.0

9 Mahasiswa Ikut Rombongan Pertama Program Jenesys 2.0
(JAKARTA) Setelah terakhir diselenggarakan tahun 2012 silam, Perdana Menteri Abe Shinzo kembali melanjutkan program pertukaran pemuda, Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth (JENESYS). Kali ini rombongan pertama Indonesia diwakili sembilan mahasiswa dari IKJ, UI dan UGM.
“Program JENESYS sudah dimulai sejak tahun 2007 dan sebenarnya berakhir 2012. Namun ketika berkunjung Januari silam, Perdana Menteri Abe Shinzo menyatakan program ini akan dimulai lagi dengan JENESYS 2.0,” ungkap Takeyama Kenichi, Direktur Informasi dan Pusat Kebudayaan, Kedubes Jepang di Jakarta, Sabtu (30/03).
Takeyama menambahkan program kedua ini memiliki target mengundang 30.000 pemuda Asia dan Oceania ke Jepang. Dari negara anggota ASEAN sendiri akan diundang 10.000 pemuda, namun untuk detailnya belum ditentukan.
Sembilan mahasiswa peserta JENESYS 2.0 ini dibagi menjadi tiga kelompok bidang ilmu. Grup A tentang ekonomi dan sosial, grup B tentang seni, industri kreatif dan budaya sedang grup C, sains dan teknologi.
Rombongan diberangkatkan bersama dari Jakarta pada Sabtu, (30/03) menuju Tokyo. Sesampainya di sana, mereka akan mengunjungi kementerian luar negeri dan dilanjutkan ke Asakusa dan Akihabara. Selama berada di Jepang mereka akan didampingi interpreter bahasa Jepang ke Bahasa Inggris.
Setelah itu mereka akan berpisah sesuai kelompok, grup A akan mengunjungi wilayah Chubu, grup B ke wilayah Kansai dan grup C menuju wilayah Kyushu.
Selama di Jepang, peserta akan berkesempatan mengunjungi pabrik Toyota, mengunjungi tempat bersejarah, universitas dan mempelajari nilai-nilai budaya melalui homestay. Peserta akan mengikuti jadwal yang ditentukan hingga tanggal 6 April dan kembali ke tanah air pada 7 April mendatang.
“Saya suka dengan film-film dari sutradara Jepang, Miyazaki Hayao, dan berharap bisa mengunjungi Museum Ghibli. Jika dulu kita tumbuh dengan film animasi Jepang, dan sering membayangkan bagaimana keadaan di sana, melalui program ini bisa tahu kondisi sebenarnya,” ungkap Devina Sofiyanti (22), peserta dari Program Skenario, Fakultas Film dan Televisi IKJ.
Devina juga menambahkan, ia ingin membuat film dokumenter pendek tentang kunjungannya di Negeri Sakura agar bisa ditunjukkan ke teman-teman mahasiswa di IKJ.
Sementara itu, Andam Dewi (21) dari Teknologi Industri Pertanian UGM menyatakan, ”Skripsi saya tentang penyimpanan pasca panen Strawberry di Garut. Jepang terkenal memiliki kontrol kualitas yang bagus untuk hasil pertanian, jadi saya ingin mempelajari bagaimana penangangan strawberry Jepang.”
Pada kesempatan yang sama, Rinov (20) dari program studi Sastra Jepang UI mengungkapkan,”Kesempatan ini akan saya pergunakan untuk belajar tentang Kaizen di perusahaan Toyota. Sepulangnya dari Jepang pengalaman ini akan dibagikan melalui majalah himpunan.”
JENESYS adalah program persahabatan Jepang dengan negara-negara di kawasan Asia Timur yang bertujuan menciptakan dan memperdalam rasa saling pengertian di antara para remaja yang merupakan generasi penerus yang akan berperan penting di masa yang akan datang.
Pemerintah Jepang mengundang para Pemuda dari negara-negara ASEAN, Australia, Cina, India, Selandia Baru, dan Korea untuk mengunjungi tempat dan kota yang terkait dengan sistem politik, ekonomi, sosial budaya Jepang.(BN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

