Panasonic Toughbook Masuki Pasar Indonesia Bulan Oktober
Senin, 15 Oktober 2012 00:51
(JAKARTA-Indonesia) Panasonic Systems Asia Pasific, salah satu divisi pemasaran produk Panasonic Corp., yang berkantor pusat di Singapura, akan memasarkan produk Toughbook di Indonesia pada bulan Oktober ini.
Toughbook, merupakan jenis komputer jinjing yang tahan benturan keras, siraman air, bahkan suhu dingin ekstrem di bawah 0 derajat, sehingga aman digunakan untuk berbagai situasi dan kondisi.
Bagi warga Indonesia, nama Toughbook mungkin masih asing di telinga. Namun, sejak tahun 1994, Toughbook telah populer di AS dan Eropa bahkan memiliki pangsa pasar 65 persen di seluruh dunia, dengan target utama kalangan pebisnis lapangan atau peneliti, seperti pengeboran minyak, pertahanan atau militer.
Menurut General Manager Toughbook Asia Pacific Group (TAPG) Panasonic Systems Asia Pacific Amos Tio dalam sesi media Briefing di Hotel Mulia Kamis (11/10), pertumbuhan ekonomi Asia, khususnya Indonesia yang terus mengalami peningkatan menjadi salah satu alasan Panasonic meluncurkan produk Toughbook di Indonesia.
“Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi, dan kami yakin produk Toughbook yang tahan banting di segala kondisi akan disukai konsumen,” ujar Amos. “Tidak hanya di Indonesia, rencananya kami juga akan memasarkan Toughbook di sejumlah negara Asia lainnya seperti, Singapura, Thailand, Indonesia, dan Malaysia.”
Amos juga menjelaskan, dalam pemasarannya nanti, Panasonic Toughbook tidak akan berada di bawah Panasonic Gobel Indonesia, namun langsung dari kantor pemasaran di Singapura.
“Pada dasarnya kami memang berada di bawah Panasonic Corp., namun terbagi dalam divisi yang berbeda. Untuk sementara waktu produk Panasonic Toughbook akan dipasarkan langsung dari Panasonic Systems Asia Pasific yang berkantor di Singapura, tidak melalui Panasonic Gobel Indonesia,” ujar Amos. “Semua produk Toughbook juga masih diproses keseluruhannya di pabrik yang berlokasi di Kobe, Osaka, kecuali untuk Tab yang diproduksi di Cina.”
Amos juga mengaku optimis produk Panasonic Toughbook akan dapat bersaing di pasar Indonesia, karena berbeda dengan produsen komputer jinjing lain yang menonjolkan desain, bentuk, atau bobot yang lebih ringan, Panasonic Toughbook lebih mengutamakan ketahanan fisik.
“Kami yakin dapat bersaing dengan komputer jinjing lain di Indonesia, karena sampai saat ini belum ada kompetitor yang menawarkan produk sejenis,” ujar Amos. “Toughbook memang memiliki bobot yang sedikit lebih berat dibandingkan komputer jinjing lainnya, namun ketahanannya dalam berbagai situasi dan kondisi belum ada yang menyaingi.”
Untuk tahap awal, Panasonic akan memasarkan 10 produk Toughbook andalannya di Indonesia mulai harga Rp 20 juta, yakni 4 jenis untuk kelas Field Mobile PC, yang tahan di segala kondisi lapangan, 4 jenis Tablet PC, dan 2 jenis Business Mobile PC, yang dilengkapi dengan CD Rom dan slot SIM Card, sehingga pengguna dapat menikmati koneksi 3G dimanapun berada. (Nova)
