Produk Kamera & Video Sony Targetkan Fotografer & Kameramen Profesional

(JAKARTA-Indonesia) Enam produk digital imaging terbaru dari Sony Indonesia yang ditujukan bagi para fotografer dan kameramen profesional, dijual dengan harga lebih dari Rp 20 juta.

"Kami menawarkan produk untuk para fotografer dan kameramen profesional yang kebutuhannya berbeda dengan orang kebanyakan. Selain itu, kami juga ingin menunjukkan bahwa Sony, sebagai merek Jepang, akan terus menampilkan teknologi terbaru untuk produk digital imaging," ujar Arai Satoru Presiden Direktur PT Sony Indonesia disela-sela pengumuman produk Kamis (22/11) di Galeri Oktagon, Jakarta Pusat.

Produk Digital Imaging terbaru yang diperkenalkan Sony Indonesia, untuk kamera Alpha dan Cyber-shot yakni Alpha 99 full-frame 35mm dengan fitur dual AF system, DSC-RX1 kamera kompak dengan sensor full-frame 35mm 24,3 megapiksel, NEX-6 kamera kompak dengan gambar dan video setara DSLR, dan NEX- 5R kamera dengan fungsi Fast Hybrid AF, Wi-Fi, PlayMemories Camera Apps.

Sementara untuk produk Handycam yakni NEX-VG 30 E/EH dengan resolusi 16,1 megapiksel, rekaman videonya full HD, serta dilengkapi perangkat Power Zoom Lens baru E PZ 18-200 mm yang menghadirkan berbagai sudut lebar, dan seri NEX-VG 900 dengan resolusi 24,3 megapiksel, dilengkapi sensor full-frame 35mm, yang memungkinkan efek defocus, dan Cinema Tone Gamma, serta Cinema Tone Colour yang mengkontrol efek sinematik gradasi warna.

Juga menggunakan tuas seesaw untuk menghasilkan kontrol pembesaran yang lancar dan halus. Selain itu, pengaturan full frame secara otomatis akan berganti ke mode APS-C ketika lensa E-mount atau A-mount dipasang.

Sewaktu ditanya mengenai target penjualan untuk produk Alpha, Cyber-shot, dan Handycam terbaru, Arai menjelaskan, "Untuk segmen profesional, kami tidak terlalu mempermasalahkan jumlah penjualan."

Sedangkan saat ditanya mengenai yang difavoritkan dari keenam produk terbaru Sony, Arai mengungkapkan dirinya menyukai Cyber-shot DSC-RX1, kamera kompak dengan sensor full-frame 35mm 24,3 megapiksel, yang diklaim memiliki kualitas setara kamera DSLR.

"Kamera ini seperti gadis cantik, dan merepresentasikan keunikan Sony, dengan konsep yang benar-benar baru," ujar Arai. "RX1 ditujukan bagi fotografer profesional, yang kebutuhannya berbeda dari orang kebanyakan. Saat ini, banyak kamera kompak di pasaran dengan teknologi terkini, namun itu tidak sesuai bagi mereka, yang sangat menginginkan kamera kedua berupa kamera full frame yang lebih kecil dan ringan."

Menurut Arai, kebutuhan kalangan fotografer profesional untuk tetap bisa menghasilkan gambar bagus, resolusi tinggi, kualitas warna, dan kecepatan pemrosesan gambar, menjadi pertimbangan Sony menghadirkan kamera menggunakan sensor Exmor CMOS beresolusi 24 megapiksel dan lensa Carls Zeis Sonnar T 35mm F2, dengan rentang ISO 100 hingga 25600.

Lensa Carls Zeis Sonnar T 35mm F2, jangkauannya cukup ideal untuk keperluan portrait, street photography dan pemotretan sehari-hari. Namun jika menginginkan jangkauan lebih panjang, RX1 memiliki fungsi Smart Teleconverter yang dapat melakukan cropping di bagian tengah, sehingga memperbesar gambar sampai 1,4x atau 2x (setara dengan 49mm atau 70mm).

Desain RX-1, yang bobotnya 482 gram dan lebar bodi 113mm, cukup mungil dan minimalis berbeda jauh dengan kebanyakan kamera sensor full-frame, yang bodinya yang besar dan berat.

Sementara fitur lain dalam kamera RX1 yakni mode MR (Memory Recall) yang menyimpan 3 setting kamera, mode perekaman video Full-HD 60p, 13 Creative Style, Auto HDR, D-Range Optimizer, Digital Level Gauge dan pilihan Picture Effect.

Untuk harga jual, Digital Imaging Group Business PT Sony Indonesia Ahmad Irfan Rinaldi menjelaskan belum ada harga resmi, namun diperkirakan sekitar Rp 30 juta.

"Orang biasa pastinya tidak tertarik dengan harga yang ditawarkan, namun berbeda dengan para profesional yang sudah punya kamera DSLR full-frame. Mereka pasti juga menginginkan kamera dengan kualitas DSLR, tapi dengan bodi yang lebih kecil," ungkap Ahmad. @Arryraymond