RMA Pasok Komponen Pabrikan Otomotif

(BOGOR) Perkembangan otomotif yang pesat adalah fenomena menggembirakan, namun di satu sisi ada pertanyaan dimanakah posisi industri lokal kita? Tak banyak diketahui ternyata ada pabrik lokal yang mampu memasok komponen otomotif ke perusahaan Jepang, salah satunya PT Rekadaya Multi Adiprima (RMA).

“Komponen yang kami ambil dari vendor ternyata di-subcon ke sini. Kami memiliki pemasok 1st tier sebanyak 165 buah, 2nd tier ada 850 buah, termasuk di dalam 2nd tier itu salah satunya RMA ini,” ungkap Sudirman MR, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor, pada peresmian pabrik felt terbaru RMA, Selasa (19/03) di Cikeas, Bogor.


RMA adalah perusahaan lokal dan UKM yang bergerak dalam industri manufaktur komponen otomotif. Perusahaan yang berdiri sejak 1994 ini sejak awal fokus pada produksi metal press untuk tensioner dan guide cam chain sepeda motor terkenal di Indonesia, serta pionir dalam memproduksi insulator assy dush panel, insulator door trim, untuk industri kendaraan roda empat (4 wheels) dan merupakan produk orisinil (original equipment manufacturing/ OEM).


Kini RMA memiliki 4 unit divisi yakni Metal press Stamping, Non-metal Felt, Printing dan Plastik. Sebagai peningkatan sarana produksi, perusahaan yang berlokasi di Cikeas, Bogor ini mendapat dukungan sekaligus dorongan dari PT. Astra Mitra Ventura berupa pabrik dan mesin material non woven felt.


Selain Sudirman MR, peresmian pabrik juga dihadiri Gunawan Geniusahardja, Presiden Komisaris PT. Astra Mitra Ventura dan Direktur PT.Astra Internasional, Hamdani Dzulkarnaen, Komisaris PT. Astra Mitra Ventura dan Direktur Astra Honda Motor serta Arietta Adrianti, President Direktur PT Astra Mitra Ventura.


Masih pada kesempatan yang sama, Sudirman menambahkan, “Yang kami butuhkan dari pemasok komponen adalah QCD, yakni Quality harus memenuhi standar yang kami minta, Cost harus kompetitif dengan yang lain serta Delivery ketepatan pengiriman.”


Sudirman lalu mencontohkan, lini produksi Daihatsu di Sunter, Jakarta memiliki waktu produksi 1 menit kurang 5 detik, artinya dalam waktu itu dirakit satu unit mobil. Selain itu diperlukan waktu kirim tepat waktu dan kualitas komponen prima. Jika tidak bisa memenuhi kedua syarat itu, akan mengacaukan produksi.


Menanggapi masuknya perusahaan-perusahaan komponen asal Jepang ke Indonesia, Sudirman tetap mengutamakan QCD untuk menentukan pemasok, tanpa melihat lokal ataupun non lokal. Menurutnya ini merupakan kesempatan industri lokal untuk bersaing.


Hingga kini, RMA telah menjadi pemasok pabrikan-pabrikan besar di antaranya PT Astra Daihatsu Motor, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, PT Honda Prospect Motors dan perusahaan-perusahaan Jepang 1st tier lain.


Rosalina Faried, Presiden Direktur RMA, menjelaskan,”Tahun 2012 aset perusahaan mencapai Rp 85 Milyar serta memiliki 330 karyawan.”


Banner