Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Buka Cabang di Deltamas
Senin, 25 Maret 2013 00:29

(BEKASI) Pesatnya pertumbuhan perusahaan Jepang yang beroperasi di kawasan industri Deltamas, Bekasi, Jawa Barat mendorong Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) membuka cabang baru di lokasi ini. Nasabah pun menjadi lebih nyaman karena tak perlu jauh-jauh datang ke Jakarta untuk bertransaksi.
“Kami ingin berbisnis dengan hubungan dekat, tak hanya meningkatkan layanan di cabang baru, tapi juga berkomunikasi lebih banyak dengan konsumen,” ungkap General Manager BTMU, Jakarta, Tanaka Wataru pada acara peresmian, Kamis (21/03).
Selama ini nasabah dari Deltamas terpaksa harus datang langsung ke kantor cabang Jakarta untuk melakukan transaksi penting seperti pengiriman uang. Adanya cabang baru ini bisa menghemat waktu perjalanan dari Deltamas ke Jakarta yang bisa memakan waktu satu jam hingga dua setengah jam.
Sebelumnya bank terbesar di Jepang ini telah memiliki cabang di Sunter, Jakarta Utara, Cengkareng, Jakarta Barat, di EJIP, Cikarang, Industrial Park MM2100, Karawang International Industrial City (KIIC), dan Cikampek. Selain membuka cabang baru, bank ini juga mempertimbangkan penambahan tiga staf lokal berbahasa Jepang.
Tanaka menambahkan, “Kami berusaha menarik nasabah dari perusahaan besar memasok permintaan konsumen lokal, pabrikan makanan dan berharap kenaikan persentase nasabah dari usaha kecil pemasok komponen pabrikan sepeda motor dan roda empat.”
BTMU telah mengidentifikasi 52 perusahaan asal Jepang sedang mengalami perkembangan yang beroperasi di Deltamas.
Bank yang berkantor pusat di Marunouchi, Tokyo ini merupakan penggabungan dari Bank of Tokyo-Mitsubishi dan UFJ Bank Ltd pada 2006. Bank ini merupakan salah satu bank asing terbesar di Indonesia. Selain kantor cabang di Jakarta, BTMU juga memiliki dua anak cabang di Bandung dan Jakarta.
Kabar yang berkembang belakangan ini menyebutkan BTMU tertarik mengakuisisi Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN). Indonesia dianggap paling potensial untuk dijadikan tempat berinvestasi karena Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dan populasi besar.

