Honda Kembangkan Indikator Kemacetan Lewat Smartphone

(JAKARTA) Pola mengemudi menjadi salah satu penyebab kemacetan lalu lintas di Jakarta. Hal inilah yang mendorong Honda Motor Co Ltd mengembangkan teknologi baru untuk memandu pengemudi melaju selaras dengan mobil di depannya, melalui aplikasi smartphone.

Teknologi ini bekerja dengan dua cara yakni, stand alone atau diterapkan pada satu mobil, berbasis pada aplikasi di smartphone yang dihubungkan pada konektor USB di sistem audio mobil. Pada sistem ini, aplikasi di smartphone akan memonitor pola akselerasi dan deselerasi kendaraan, dan memandu pengemudi untuk berkendara dengan pola kecepatan yang selaras dengan kondisi lalu lintas, untuk mempertahankan periode synchronized flow pada jam-jam sibuk. Panduan untuk pengemudi ditampilkan dalam bentuk warna di layar smartphone yang akan berwarna hijau jika kecepatan ideal atau normal, dan berwarna biru jika pola berkendara berpotensi menimbulkan kemacetan.


Sementara, cara kedua yakni interaktif, berbasis pada koneksi dengan server cloud (sistem pusat) yang akan mengatur beberapa kendaraan yang terhubung melalui aplikasi ini. Server Cloud menentukan dan mengatur kecepatan kendaraan yang ideal berdasarkan kondisi lalu lintas secara real time. Indikator yang digunakan sama dengan perubahan warna pada stand alone.


Penggunaan teknologi ini pada sebuah mobil diklaim dapat menunda kemacetan rata-rata tiga menit. Selain itu, dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 20%, serta berdampak pada keselamatan berkendara. Apabila diterapkan ke beberapa mobil atau interaktif, maka akan menunda kemacetan hingga 4 menit dan menghemat bahan bakar 25%.


Uji coba telah dilakukan di ruas tol Ulujami-Pondok Ranji, Jakarta Selatan pada September 2012 hingga Februari 2013. Rencananya aplikasi ini akan diluncurkan tahun ini, dan dapat diunduh melalui App Store dan iTunes.

Teknologi ini dikembangkan Honda sejak 2012 silam, bekerjasama dengan Research Centre for Advanced Science and Technology di Universitas Tokyo, dan Indonesia menjadi negara tujuan uji coba kedua setelah Italia.


Banner